IHSG Rebound! Drama Reshuffle Kabinet Reda, Pasar Modal Kembali Bergairah
📅 Rabu, 10 Sep 2025, 17:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adhaam.
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat atau rebound seiring meredanya dinamika reshuffle kabinet mencerminkan pasar keuangan sangat sensitif terhadap faktor politik domestik.
Sebelumnya, spekulasi terkait perombakan kabinet menimbulkan ketidakpastian yang membuat investor cenderung menahan diri, sehingga menekan pergerakan indeks.
Namun, setelah kepastian reshuffle mereda dan arah kebijakan pemerintahan dianggap tetap konsisten, sentimen pasar berbalik positif.
Penguatan IHSG ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas politik sebagai prasyarat utama kelanjutan agenda ekonomi pemerintah.
Investor memandang tidak ada perubahan signifikan pada kebijakan makroekonomi maupun prioritas pembangunan, sehingga risiko politik dianggap berkurang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam konteks ini, rebound IHSG sekaligus menjadi indikator bahwa faktor non-ekonomi seperti politik memiliki pengaruh besar terhadap arus modal dan psikologi pasar.
Meski demikian, pergerakan positif IHSG perlu disikapi dengan hati-hati. Fundamental ekonomi global, seperti arah suku bunga The Fed, harga komoditas, dan ketidakpastian geopolitik, tetap menjadi variabel penting yang bisa memengaruhi pasar.
Dengan kata lain, rebound kali ini lebih didorong oleh faktor sentimen domestik jangka pendek, sementara konsistensi pertumbuhan pasar modal akan sangat ditentukan oleh stabilitas makro dan kebijakan struktural jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (10/9) sore ditutup berbalik menguat (rebound) 70,40 atau 0,92 persen ke posisi 7.699,01 seiring meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap perombakan (reshuffle) jajaran menteri di Kabinet Merah Putih.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,20 poin atau 1,58 persen ke posisi 782,13.
“Meredanya kekhawatiran investor dari dampak digantinya menteri keuangan dan adanya bargain hunting pada saham-saham yang sudah mengalami penurunan signifikan, menjadi pendorong rebound-nya IHSG,” ujar Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari dalam negeri, saham-saham perbankan (banks) yang mengalami koreksi selama selama dua hari terakhir ditutup di area positif pada perdagangan hari ini, seiring mulai meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap reshuffle jajaran menteri, utamanya menteri keuangan.
Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia turun ke level 117,2 pada Agustus 2025 dari sebelumnya 118,1 pada Juli 2025, atau level terendah sejak September 2022, seiring lima dari enam sub-indeks mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar pada ketersediaan lapangan kerja secara keseluruhan.
Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati data penjualan ritel Juli 2025 pada Kamis (11/9), yang diperkirakan tumbuh 1,5 persen year on year (yoy) dari sebesar 1,3 persen (yoy) pada Juli 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!