Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiktaalik, Fosil Penyambung Mata Rantai Evolusi yang Hilang

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 07:42 WIB | Oleh:

Keseluruhannya lebih mirip pohon yang bengkok dan kusut daripada anak tangga yang stabil. Inilah sebabnya istilah “mata rantai yang hilang” tidak dianggap terlalu berguna dalam ilmu evolusi modern. “Dengan berkembangnya biologi evolusi, muncullah pengakuan bahwa sejarah kehidupan berbentuk pohon,” kata Profesor Michael Coates dari Universitas Chicago.

“Spesies masa kini merepresentasikan ujung tunas dan ranting yang masih hidup, sementara catatan fosil mendokumentasikan cabang-cabang mati dan semak belukar yang menakjubkan dari radiasi evolusi yang telah lama hilang dan gagal bertahan hingga saat ini,” ujar dia.

Diagram pohon kehidupan garis waktu berwarna-warni yang menunjukkan evolusi bakteri, tumbuhan, jamur, hewan, dan kepunahan massal selama miliaran tahun. Para ahli menganggap “mata rantai yang hilang” sebagai istilah yang sudah ketinggalan zaman. Sebaliknya, anggaplah evolusi sebagai sebuah pohon, bukan rantai.

Misi para ilmuwan seperti Coates, Shubin, dan rekan-rekan mereka adalah merekonstruksi pohon kehidupan ini.  Bisa menggunakan spesies yang masih hidup dan punah untuk mengamati perubahan pola keanekaragaman hayati dalam rentang waktu yang panjang. “Setiap hari, kita mendapatkan lebih banyak detail dari gambaran yang menarik ini,” imbuhnya,” jelas Coates.

Fosil Mata Rantai

Menemukan fosil memang sulit. Hanya sebagian kecil dari semua organisme hidup di Bumi yang akan menjadi fosil. Kebanyakan darinya terlipat kembali ke dalam lingkaran kehidupan yang agung. Biasanya, dibutuhkan keadaan yang tidak biasa, seperti banjir tiba-tiba yang mengubur jasad di bawah sedimen, atau lubang tar La Brea yang terkenal, untuk menghasilkan fosil.

Kondisi cuaca juga memengaruhi peluang kerangka di gurun kering lebih mungkin bertahan hidup daripada kerangka di hutan hujan tropis, misalnya. Beberapa tipe tubuh juga tidak mudah terfosilkan. Misalnya, hewan bertubuh lunak seperti ubur-ubur jarang terawetkan, dan hal yang sama berlaku untuk hewan bertulang rapuh, seperti burung.

Dan meskipun awalnya tetap ada, fosil dapat hancur di bawah lempeng tektonik, mencair oleh gunung berapi, atau terkikis oleh air seiring waktu. Namun, dengan menyatukan apa yang ada dan membandingkannya dengan seluruh cakupan fosil di seluruh dunia, maka dapat diperoleh pemahaman yang sangat baik tentang bagaimana kehidupan di Bumi berevolusi dari waktu ke waktu.

Tantangannya bukan berhenti sampai di sana. Bahkan setelah para ilmuwan menemukan fosil, dibutuhkan kerja keras untuk mengungkapnya tanpa merusak tulang. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jaringan Sabu Karawang-Bekasi Dibongkar Polres Karawang

29 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Jaringan Sabu Karawang-Beka...

Harga Telur Ayam Rp30.100/Kg, Bawang Merah Rp55.450/Kg

41 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur Ayam Rp30.100/K...
Olahraga
Puluhan Ribu Orang Ikuti Lo...
Olahraga
Piala Dunia, Beruntung Timn...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

Puluhan Ribu Orang Ikuti Lomba Lari Jakarta Internasional Maraton

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.