Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KI dan 'Storytelling' Dinilai Wamenekraf Jadi Produk Ekraf Bersaing di Kancah Global

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 04:11 WIB | Oleh:
KI dan 'Storytelling' Dinilai Wamenekraf Jadi Produk Ekraf Bersaing di Kancah Global Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi dari Cap Bali di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (11/6).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya pengembangan kekayaan intelektual (KI), storytelling (narasi) dan penguatan merek agar sebuah produk ekraf mampu bersaing di pasar global.

"Kita perlu mulai berpikir bukan hanya menjual produk, tetapi, juga membangun dan mengekspor merek Indonesia. Ketika sebuah merek memiliki identitas yang kuat dan mampu bercerita, nilai tambah yang tercipta akan jauh lebih besar dan berkelanjutan," kata Irene dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Irene menilai budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi KI yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Oleh karena itu, pelaku ekonomi kreatif perlu terus mengeksplorasi berbagai bentuk kolaborasi dan inovasi agar budaya dapat dihadirkan dalam format yang dekat dengan generasi muda.

"Budaya Indonesia memiliki cerita yang sangat kaya. Tantangannya adalah mengemas cerita tersebut menjadi karakter dan KI yang relevan bagi generasi muda tanpa kehilangan nilai budayanya," kata Irene.

Salah seorang pelaku ekraf Ari Danangga sekaligus komisaris merek fesyen Cap Bali menilai salah satu hal yang bisa mereka lakukan adalah mengembangkan merek lokal yang berakar pada budaya Indonesia melalui berbagai inovasi kreatif dan kolaborasi lintas subsektor.

“Kami ingin budaya Bali tidak hanya dikenal melalui produknya, tetapi juga melalui cerita, karakter, dan pengalaman yang dapat dinikmati lebih banyak orang. Harapannya, karya kreatif berbasis budaya Indonesia semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar global,” ujar Ari.

Karakter berbasis budaya Bali, misalnya Barong, bisa diangkat kisah dan filosofinya dengan pendekatan kreatif agar lebih dekat dengan dunia desain, fesyen, musik dan kultur pop. Cara seperti itu diharapkan dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap budaya Indonesia sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan KI lokal.

Kemenekraf menerima audiensi dari pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat sinergi pemerintah dengan pelaku ekraf dalam mengembangkan budaya sebagai sumber inspirasi, inovasi, dan nilai ekonomi melalui pengembangan KI, karakter, serta merek lokal yang berdaya saing global. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.