Imbang Lawan Laos Sangat Fatal, Jika Kalah dari Korsel
📅 Selasa, 09 Sep 2025, 07:58 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ANTARA/ Umarul Faruq
JAKARTA – Hasil imbang tanpa gol melawan Laos, bisa menjadi kefatalan bagi Tim Indonesia U-23 jika mala mini kalah dari Korsel. Sebab hasil draw apalagi kalah lawan Korsel, habis sudah harapan lolos ke Piala Asia. Mestinya menang melawan Laos, jadi nasib tidak terlalu kritis jelang lawan Korsel. Nanti malam adalah laga hidup mati di partai terakhir Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 melawan Korea Selatan. Laga ini berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (9/9) pukul 19.30 WIB.
Pertandingan ini sekaligus menjadi penentuan yang akan melaju langsung ke putaran final sebagai juara grup. Indonesia wajib menang untuk menggusur Korea Selatan dari puncak klasemen. Lawan hanya butuh hasil imbang untuk mengunci tiket.
Saat ini Garuda Muda mengoleksi empat poin dari dua laga. Ini hasil imbang 0-0 dengan Laos serta kemenangan telak 5-0 atas Makau. Meski berada di posisi kedua, peluang lolos lewat jalur runner-up terbaik belum sepenuhnya aman. Selisih gol +5 masih kalah dari pesaing kuat seperti Tiongkok (+11) dan Iran (+10).
Kemenangan atas Makau menjadi modal penting. Lima gol tercipta melalui gol bunuh diri lawan, ditambah torehan Arkhan Fikri, M Raihan Hanan, Zanadin Faris, dan Rafael Struick. Performa itu membangkitkan optimisme publik, meski Korea Selatan jelas lawan berbeda level. Tim asuhan Lee Min-sung datang dengan rekor sempurna: menang 5-0 atas Makau dan 7-0 atas Laos. Mereka mencetak 12 gol tanpa kebobolan, sebuah catatan yang menegaskan status favorit.
Meski demikian, pelatih Indonesia U 23 Gerald Vanenburg tetap optimistis. “Satu-satunya yang saya inginkan adalah mengalahkan Korea. Saya percaya tim ini punya kemampuan bersaing bahkan sampai ke turnamen utama,” ujarnya.Vanenburg menilai kualitas tim Asia Tenggara maupun Korea tidak jauh berbeda. “Vietnam tidak jauh lebih baik dari kami. Thailand juga tidak. Korea pun tidak. Semua masih bisa diperjuangkan,” tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelatih Korea Selatan, Lee Min-sung, justru memberikan penghormatan kepada Garuda Muda. Dia menilai Indonesia memiliki banyak pemain berkualitas. “Indonesia sebenarnya bisa saja menang di laga sebelumnya. Mereka tahu bagaimana bermain dengan baik,” ujarnya.
Menurut Lee, laga perdana memang selalu sulit bagi tim mana pun. Namun, dia mengingatkan timnya agar tidak meremehkan tuan rumah.
Pengamat sepak bola nasional, Tatang Bardja, menilai pertandingan ini adalah ujian mental. “Korea memang lebih matang dari segi pengalaman, tetapi Indonesia punya keuntungan besar bermain di rumah sendiri. Dukungan suporter bisa menjadi energi tambahan, asalkan pemain tidak terbebani,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia juga menekankan pentingnya efektivitas serangan balik. “Korea punya lini depan tajam, tetapi mereka juga sering meninggalkan ruang di belakang ketika menyerang. Indonesia harus disiplin bertahan, lalu memanfaatkan kecepatan Marselino Ferdinan dan Rafael Struick. Di laga seperti ini, satu peluang emas bisa menentukan,” jelasnya.
Tatang juga menilai lini tengah akan jadi kunci. “Arkhan Fikri dan Ivar Jenner harus mampu menjaga tempo. Jika kalah di lini tengah, akan sulit sekali menahan gempuran Korea,” tandasnya.
Susunan Pemain
Indonesia kemungkinan tampil dengan formasi 3-4-3. Muhammad Ardiansyah menjaga gawang, didukung Kakang Rudianto, Dion Markx, dan Justin Hubner di jantung pertahanan. Dony Tri Pamungkas serta Tim Geypens mengisi sayap, dengan Arkhan Fikri dan Ivar Jenner di lini tengah. Trio depan akan diisi Marselino Ferdinan, Rafael Struick, dan Mauro Zijlstra.
Korea diperkirakan turun dengan formasi 4-2-3-1. Kiper Kim Ji-soo berada di bawah mistar, dibentengi Lee Tae-seok dkk di lini belakang. Lini tengah diisi Lee Kang-hee dan Hwang Jae-hwan, sementara lini depan dipercayakan pada Cho Young-wook bersama Eom Ji-sung dan Lee Hyun-joo.
Bagi Garuda Muda, hanya kemenangan yang menjamin tiket langsung. Jika imbang, nasib harus ditentukan lewat perhitungan runner-up terbaik yang penuh ketidakpastian. Jika kalah, peluang praktis tertutup.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!