Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DIY Kembangkan Produksi Garam dengan Sistem Tunnel

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 15:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
DIY Kembangkan Produksi Garam dengan Sistem Tunnel Doc: dok. Antara

YOGYAKARTA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai menerapkan teknologi sistem *tunnel* guna meningkatkan produksi garam lokal. Teknologi ini memungkinkan proses produksi berlangsung sepanjang tahun tanpa bergantung pada musim.

Kepala Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pengawasan DKP DIY, Veronica Vony Rorong, menyampaikan bahwa potensi penerapan *tunnel* garam cukup besar di wilayah pesisir Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

“Harapannya, ke depan dapat dibangun beberapa Kalurahan *Tunnel Garam* di lokasi yang sesuai. DIY memiliki air laut yang relatif bersih, yang menjadi modal utama,” ujarnya di Yogyakarta, Selasa (9/9).

Produksi garam DIY sempat menurun pada 2022 dan 2023, namun kembali meningkat pada 2024–2025 berkat dukungan hibah Dana Alokasi Khusus (DAK). Meski jumlah kelompok petambak garam menyusut dari lima kelompok pada 2018–2019 menjadi satu kelompok aktif di Gunungkidul, Vony menilai potensi pengembangan masih terbuka lebar.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DIY, pemerintah daerah telah menetapkan 18 titik yang dinilai sesuai atau sangat sesuai untuk pengembangan tambak garam berdasarkan kategori lahan, kualitas lingkungan, dan peruntukan ruang. Saat ini, luas tambak aktif tercatat 2.500 meter persegi di Pantai Sepanjang, Gunungkidul.

Namun demikian, produksi garam lokal belum mampu memenuhi kebutuhan daerah sehingga sebagian besar masih dipasok dari luar DIY. “Dengan adanya kerja sama strategis dengan mitra, perlahan tapi pasti garam lokal DIY bisa berkembang,” kata Vony.

Selain penerapan teknologi *tunnel*, DKP DIY juga menyiapkan strategi peningkatan daya saing, antara lain melalui kemitraan koperasi Tirta Bahari dengan koperasi garam lain, kolaborasi dengan UMKM, fasilitasi digitalisasi pasar, hingga pengembangan desain kemasan.

“Untuk jangka pendek, kerja sama dilakukan dengan UMKM. Dalam jangka panjang diharapkan garam lokal DIY bisa masuk ke gerai ritel modern,” pungkas Vony.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

51 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.