19 Orang Tewas dalam Aksi Demo Gen-Z di Nepal, PBB Serukan Penyelidikan
📅 Selasa, 09 Sep 2025, 09:03 WIB | Oleh: Lili Lestari"Kami telah menerima beberapa tuduhan yang sangat mengkhawatirkan tentang penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau tidak proporsional oleh pasukan keamanan."
Amnesty International mengatakan peluru tajam telah digunakan terhadap para pengunjuk rasa.
Pemerintah distrik memberlakukan jam malam di beberapa area utama kota.
Sebelumnya, sejumlah demonstran memanjat tembok menuju gedung DPR dan gerbangnya dirusak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Protes serupa diselenggarakan di distrik lain di seluruh negeri.
Platform populer seperti Instagram memiliki jutaan pengguna di Nepal yang mengandalkannya untuk hiburan, berita, dan bisnis.
"Kami terpicu oleh larangan media sosial, tetapi itu bukan satu-satunya alasan kami berkumpul di sini," kata mahasiswa Yujan Rajbhandari, 24 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami memprotes korupsi yang telah dilembagakan di Nepal."
Ingin Melihat Perubahan
Para demonstran memulai protes dengan lagu kebangsaan sebelum meneriakkan protes terhadap penghentian media sosial dan korupsi.
Siswa Ikshama Tumrok, 20 tahun, mengatakan dia memprotes "sikap otoriter" pemerintah.
"Kami ingin melihat perubahan. Orang lain telah mengalami hal ini, tetapi ini harus diakhiri oleh generasi kami," ujarnya kepada AFP.
Ada beberapa kasus korupsi yang dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir yang melibatkan menteri, mantan menteri, dan pejabat tinggi lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!