Memberdayakan Perempuan dengan Pertanian Perkotaan
📅 Senin, 08 Sep 2025, 01:10 WIB | Oleh: Sujar
Doc: DOK KWT Permata Zamrud Kampung Sawah
Perempuan mendukung perekonomian keluarga tidak perlu diragukan lagi. Untuk mendukung peran perempuan itu, mereka berbondong-bondong mengikuti pelatihan. Mereka tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Permata Zamrud Sawah Lama, Ciputat, Tangsel.
Kini perempuan makin siap menjalankan aktivitasnya dalam mengelola tanah pertanian secara mandiri dan berkelanjutan melalui pelatihan dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama Universitas Trisakti. Dalam rangkaian pelatihan tanggal 15 Juli, 27 Juli, 5 Agustus dan 24 Agustus mereka belajar digital marketing, penanaman hidroponik, pembuatan jus sehat.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ketua PkM, Dr Hermanto Yaputra, S.E., MM., CMA dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Trisakti untuk materi digital marketing sebagai penambah bekal ibu-ibu dalam memasarkan produk hasil pertaniannya. Kemudian pelatihan penanaman secara hidroponik dipandu oleh Ir Qurrotu Aini Besilla, MT dari Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknik Lingkungan, Trisaksi.
Terkait dari hasil pertanian berupa sayuran-sayuran dan buah-buahan, diajarkan pula pembuatan jus sehat dari sayuran dan buah, untuk meningkatkan kesehatan keluarga dan pembagian buku resep jus. Tim PkM juga memberikan hibah berupa paket unit hidroponik, blender dan cup sealer sebagai modal dasar bagi ibu-ibu untuk juga dapat memasarkan hasil pertaniannya dalam bentuk jus sehat.
Hibah alat pertanian juga diberikan untuk membantu aktivitas pengelolaan tanah pertanian, seperti gerobak sorong dan mesin pengolah tanah. Materi pelatihan lain yang diberikan kepada ibu-ibu Permata Zamrud Ciputat ini adalah pembuatan Biotron yang disampaikan oleh Dr Ir Rini Setiati, MT dari Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Trisaksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Biotron terbuat dari arang (biochar) yang dicampur dengan kapur dan nutrisi dengan memanfaatkan air cucian beras ditambah pupuk organik cair (eco enzyme) dan agen hayati. Sebelum diaplikasikan biochar harus diaktivasi terlebih dahulu agar asam organik yang ada menjadi biotron yang siap untuk digunakan menyuburkan tanaman.
Kegiatan PkM ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa mempunyai tujuan sesuai dengan Indikator Kinerja Utama (IKU). Kebijakan terbaru dari Kemendikbud adalah penerapan 8 indikator kinerja utama. Dalam kegiatan PkM ini ada 4 unsur dari 8 IKU yang terpenuhi. Mereka adalah mahasiswa mendapat pengalaman diluar kampus (IKU 2), dosen berkegiatan di luar kampus (IKU 3), Praktisi Mengajar di dalam kampus (IKU 4), hasil kerja dosen digunakan di masyarakat (IKU 5).
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Pangan), SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), SDG 5 (Perempuan dan Teknologi), SDG 8 (Ekonomi) dan SGD 17 ( Berkelanjutan). Program ini juga mendukung Asta Cita 4 dari Prioritas Nasional yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains. teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, karena keanggotaan KWT ini perempuan semua.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan adanya program ini, diharapkan mampu untuk meningkatkan peran serta perempuan sebagai Wanita tani yang didukung oleh pengetahuan dan teknologi untuk membantu aktifitas ibu-ibu kelompok tani tersebut.
Di akhir pelatihan dilakukan evaluasi melalui diskusi yang dihadiri ketua RT setempat.Ketua Tim PkM, Dr Hermanto Yaputra, menyampaikan bahwa program ini mengintegrasikan teknologi tepat guna dengan pemberdayaan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!