APEC Jadi Panggung, RI Pastikan Produk Perikanan Aman dan Berkelas Dunia
📅 Senin, 08 Sep 2025, 21:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Humas KKP
JAKARTA – Menjaga mutu dan keamanan produk kelautan dan perikanan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan daya saing sektor ini, baik di pasar domestik maupun global.
Standar mutu yang konsisten tidak hanya memastikan produk aman dikonsumsi, tetapi juga memperkuat kepercayaan konsumen serta membuka akses ke pasar ekspor yang memiliki regulasi ketat.
Upaya ini mencakup pengendalian rantai pasok sejak hulu hingga hilir, mulai dari penanganan hasil tangkap, pengolahan, hingga distribusi.
Dengan penerapan standar keamanan pangan, sertifikasi, dan pengawasan kualitas, produk perikanan Indonesia dapat terhindar dari penolakan pasar internasional, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.
Hal ini menegaskan bahwa mutu dan keamanan bukan sekadar kewajiban, melainkan strategi penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen perikanan global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP) menegaskan komitmen menjaga mutu dan keamanan produk kelautan perikanan pada The Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Food Safety Forum yang berlangsung Kota Puerto Varas, Chile.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP Ishartini mengatakan produk perikanan Indonesia selalu diawasi mutunya sesuai standar global dan aman konsumsi (food safety), serta telah melalui serangkaian quality assurance dari hulu sampai hilir di sepanjang rantai pasok.
“Kami sampaikan secara scientific-based serta sistematis bagaimana implementasi sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan atau SJMKHP dari hulu ke hilir berjalan dan menjamin produk Indonesia yang beredar global bermutu internasional serta aman bagi kesehatan,” kata Ishartini dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Sebaiknya Anda baca juga:
KKP mewakili Indonesia berbicara di depan perwakilan negara-negara anggota APEC yang hadir di Chile.
Delegasi Indonesia, sambung Ishartini, dalam paparan orasi ilmiah membeberkan secara transparan bagaimana pengendalian dan pengawasan (dalwas) mutu dan keamanan hasil perikanan berjalan di setiap sekuen rantai produksi komoditas perikanan hulu-hilir yang dilaksanakan KKP melalui Badan Mutu selaku Quality Assurance Body.
Sementara itu, Ketua Delegasi Indonesia Mochamad Aji Purbayu dalam pertemuan global itu membeberkan produk perikanan Indonesia sejauh ini telah beredar di 141 negara.
Di sisi lain adanya kepercayaan global terhadap SJMKHP Indonesia membuat daya saing meningkat, dengan salah satu indikasinya penambahan jumlah Unit Pengolahan Ikan (UPI) ekspor.
Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SJMKHP) yang dilaksanakan di Indonesia merupakan suatu proses bisnis yang scientific dan evidence-based berdasarkan prinsip - prinsip sanitasi, hygiene dan keamanan pangan yang merujuk pada konsensus internasional seperti Codex serta HACCP yang berlaku universal.
"Perwakilan ekonomi APEC telah menerima pesan kita dan paham bahwa produk perikanan Indonesia diproses dengan standar internasional dan telah diakui oleh entitas ekonomi besar seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, China serta yang lainnya sehingga jangan ragu lagi untuk membeli produk perikanan Indonesia,” kata Aji.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!