Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bontang Mangrove Park, Eduwisata yang Menenangkan Akal

📅 Minggu, 07 Sep 2025, 22:00 WIB | Oleh:

Akar-akar tersebut juga berfungsi layaknya jaring raksasa yang menjerat sedimen, membantu proses pembentukan daratan baru, serta mempercepat penguraian limbah organik dan kimia yang dapat mencemari laut.

Manfaat ini tidak berhenti pada ekologi semata. Sebuah studi oleh Rina Marsela Safitri dan kawan-kawan, menaksir nilai ekonomi kawasan wisata Bontang Mangrove Park mencapai angka fantastis, yakni Rp6,47 miliar per tahun.

Dari aktivitas wisata track mangrove dan berperahu, BMP mampu menyumbang pendapatan sebesar Rp117,12 juta kepada masyarakat dalam periode tiga bulan saja.

Bagi banyak warga sekitar, hutan mangrove ini adalah ladang penghidupan, tempat mereka menggantungkan asa melalui berbagai usaha di sektor pariwisata. Kehilangannya akan memicu dampak beruntun yang merugikan lingkungan, biodiversitas, dan kesejahteraan masyarakat.

Kabar baiknya, kesadaran untuk menjaga aset berharga ini terus tumbuh. Data menunjukkan adanya tren positif yang signifikan. Analisis yang dilakukan oleh Eko Harjanto pada tahun 2019 mengungkap bahwa tutupan lahan mangrove di BMP justru mengalami pertambahan luas dari 84,67 hektare pada tahun 2002 menjadi 189 hektare pada tahun 2018. Hingga mencapai luasan 279 hektare pada saat ini, terdiri dari 211 hektare mangrove primer dan 68 hektare mangrove sekunder.

Model kolaborasi konservasi

Bontang Mangrove Park (BMP) baru-baru ini juga mencuri perhatian rombongan anggota Komisi IV DPR RI yang datang berkunjung. Mereka tak sekadar melancong, tapi benar-benar kagum dengan model konservasi yang dibentuk dari kolaborasi.

Bayangkan, sebuah hutan mangrove yang tak hanya rimbun dan asri, tetapi juga berhasil menghidupi masyarakat sekitarnya.

Inilah yang membuat Bontang Mangrove Park menjadi sorotan para legislator pusat. Rombongan DPR yang dipimpin oleh Panggah Susanto ini datang untuk melihat langsung "resep" pengelolaan hutan mangrove yang rapi di Bontang.

Setelah berkeliling, berdiskusi, dan menanam pohon sebagai simbol komitmen, mereka pun menemukan jawabannya. Rahasianya terletak pada gotong royong. Mangrove Park membuktikan kalau pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat lokal bisa bekerja bareng.

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Kutai, Syaiful Bahri, dukungan dari pemerintah daerah dan mitra perusahaan membuat kawasan ini berkembang pesat.

Hasilnya bukan main. Mangrove Park di Bontang menjadi salah satu destinasi unggulan, yang artinya pemasukan untuk negara dan daerah ikut naik. Warung-warung jadi laku, penyedia jasa tur tersenyum, dan ekonomi warga sekitar pun ikut menggeliat. Singkatnya, alam lestari, masyarakat sejahtera.

Saking terkesan, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Panggah Susanto, sampai melontarkan pujian. Ia menyebut Bontang Mangrove Park sebagai salah satu hutan mangrove terbaik yang pernah ia kunjungi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Promosi Judi Online Makin M...
Megapolitan
DPRD DKI Dorong Perluasan P...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.