Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KBRI Bangkok Buka Layanan Telepon Darurat bagi WNI Pascagempa Myanmar-Thailand

📅 Sabtu, 29 Mar 2025, 10:34 WIB | Oleh:
KBRI Bangkok Buka Layanan Telepon Darurat bagi WNI Pascagempa Myanmar-Thailand Doc: Antara/Thailand News Agency
Ket. gedung runtuh akibat gempa bumi yang mengguncang Myanmar dan Thailand, Jumat (28/3) siang.

JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok membuka saluran telepon (hotline) darurat untuk para WNI setelah gempa berkekuatan 7,7 mengguncang Myanmar dan Thailand, Jumat (28/3).

Menurut informasi yang diterbitkan KBRI Bangkok via media sosial Instagram, Jumat, WNI di Thailand bisa menghubungi hotline pelindungan KBRI di nomor +66-92-903-1103 apabila “membutuhkan bantuan akibat gempa.”

Selain itu, nomor-nomor penting KBRI Bangkok lainnya yang dapat dihubungi WNI antara lain +662-252-3135 untuk layanan konsuler serta +66-95-227-3995 untuk layanan paspor RI.

KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand untuk senantiasa memantau informasi terbaru terkait gempa melalui saluran resmi dari pemerintah Thailand.

Otoritas metropolitan Bangkok juga telah merilis hotline darurat 1555 melalui akun resmi Facebook institusi tersebut, untuk menerima laporan masyarakat yang terdampak gempa, baik untuk mereka yang terluka atau informasi soal korban yang terjebak di dalam gedung, demikian KBRI Bangkok.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan masih belum menerima informasi terkait adanya WNI di Thailand maupun Myanmar yang menjadi korban jiwa dalam gempa tersebut.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 dengan titik gempa berlokasi 13 km arah utara-barat laut Kota Sagaing mengguncang Myanmar sekitar pukul 13:00 waktu setempat. Gempa dilaporkan terasa kuat hingga wilayah tengah dan utara Thailand, termasuk Bangkok.

Menyusul bencana tersebut, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra telah menetapkan Bangkok sebagai zona darurat dan memerintahkan otoritas terkait untuk memobilisasi operasi tanggap bencana.

Sementara itu, berdasarkan pantauan media setempat, gempa dilaporkan merusak sejumlah infrastruktur di Mandalay, termasuk Old Sagaing Bridge yang runtuh sehingga memutus akses antara wilayah Mandalay dengan Sagaing. Otoritas Myanmar juga telah menyatakan status darurat bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Harga Tiket Final US Open S...
Megapolitan
LRT Jabodebek Targetkan 30 ...
Olahraga
Marc Marquez Menangi MotoGP...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.