Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bontang Mangrove Park, Eduwisata yang Menenangkan Akal

📅 Minggu, 07 Sep 2025, 22:00 WIB | Oleh:
Bontang Mangrove Park, Eduwisata yang Menenangkan Akal Doc: ANTARA/Ahmad Rifandi.
Ket. Titian ulin Bontang Mangrove Park dengan panjang 2,15 kilometer membentang di hutan mangrove seluas 279 hektare.

Samarinda -- Semilir angin membawa aroma khas air payau dan tanah basah menyambut siapa saja yang melangkahkan kaki ke gerbang Bontang Mangrove Park (BMP), bagian dari Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur.

Seketika, ingar-bingar kehidupan kota seolah sirna, digantikan ketenangan yang merasuk hingga ke kalbu.

Jembatan kayu ulin yang membentang kokoh dengan panjang keliling 2,15 kilometer menjadi satu-satunya penuntun, menusuk hamparan hijau dedaunan mangrove yang rimbun.

Di atasnya, kanopi hijau rapat menciptakan lorong yang teduh, melindungi dari sengatan matahari kawasan ekuator, sembari memperdengarkan dengungan alam: kicau burung, gesekan daun, dan riak air.

Itulah sambutan pertama dari hutan kebanggaan masyarakat Bontang, sebuah wahana ekologis seluas 279 hektare di Jalan Cut Nyak Dien, Bontang Utara.

Bontang Mangrove Park selain wahana wisata juga ruang kelas alam terbuka, benteng pertahanan pesisir, sekaligus denyut ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Nama Bontang Mangrove Park sendiri diresmikan oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sejak 19 Maret 2018.

"Kawasan ini adalah wisata yang banyak bersentuhan dengan hutan mangrove. Anak-anak kita bisa belajar banyak tentang alam," ujar Budi Isnaini, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur.

Pernyataannya menegaskan konsep yang diusung Bontang Mangrove Park sejak awal, yakni conservation, education, dan adventure.

Di sepanjang jembatan kayu, papan-papan informasi edukatif terpasang, memperkenalkan pengunjung pada beragam jenis mangrove yang menjadi tuan rumah di sana, seperti Rhizophora sp, Bruguiera sp, Avicennia sp, Sonneratia sp, dan Ceriop sp.

Jika beruntung, pengunjung dapat menemukan satwa bekantan, monyet ekor panjang, burung madu bakau, gajahan penggala, hingga bangau tong-tong.

Keberadaan Mangrove Park ialah penguat status Indonesia sebagai negara dengan hutan mangrove terluas di dunia. Peta Mangrove Nasional yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat total luas mangrove Indonesia mencapai 3.364.076 hektare.

Namun, angka ini bukanlah jaminan. Ancaman konversi lahan menjadi pemukiman atau kepentingan komersil lainnya terus membayangi, membawa risiko abrasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tergerusnya sumber ekonomi warga.

Di sinilah peran vital Mangrove Park terasa begitu nyata. Secara ekologis, jejaring akarnya yang kokoh menjadi perisai alami yang membentengi daratan dari gempuran ombak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
DPRD DKI Dorong Perluasan P...
Nasional
BPDLH: Alokasi Dana Abadi u...
Luar Negeri
Sudah Terusir dari Rumah, P...

Putin Sebut Barat Sengaja Bikin 'Tirai Besi'

56 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Putin Sebut Barat Sengaja B...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.