Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

NusaTrip Incorporated Kantongi USD 15 Juta dari IPO di Nasdaq, Fokus Ekspansi Pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 15:45 WIB | Oleh:
NusaTrip Incorporated Kantongi USD 15 Juta dari IPO di Nasdaq, Fokus Ekspansi Pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik Doc: Istimewa

JAKARTA – NusaTrip Incorporated (“NusaTrip”; Nasdaq: NUTR), perusahaan ekosistem travel yang berfokus pada pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik, mengumumkan keberhasilan Penawaran Umum Perdana (IPO) senilai USD 15 juta. IPO ini mencakup 3.750.000 lembar saham biasa dengan harga penawaran USD 4 per saham, sebelum dikurangi diskon penjamin emisi dan biaya terkait proses penawaran.

NusaTrip berencana menggunakan hasil bersih dari IPO untuk mendanai ekspansi ke pasar baru, mendorong inisiatif merger dan akuisisi, serta memenuhi kebutuhan modal kerja dan berbagai keperluan korporasi umum lainnya. Dengan langkah ini, perusahaan menegaskan komitmennya memperluas jaringan bisnis di industri perjalanan online yang semakin kompetitif.

Saham NusaTrip telah resmi diperdagangkan di Nasdaq sejak 15 Agustus 2025 dengan kode ticker “NUTR”. Adapun Cathay Securities, Inc. bertindak sebagai penjamin emisi tunggal, dengan dukungan penasihat hukum Loeb & Loeb LLP untuk perusahaan dan VCL Law LLP bagi Cathay Securities.

CEO NusaTrip, Tjin Patrick Soetanto, menyampaikan apresiasi atas kelancaran proses IPO.

“Kami bersyukur proses IPO berjalan dengan baik hingga penutupan. Ini adalah waktu terbaik untuk terlibat di pasar perjalanan online di Asia Tenggara. Melihat perkembangan disposable income serta ledakan penetrasi internet di kawasan ini, kami percaya sektor ini memiliki masa depan cerah. Dengan keunggulan strategis serta teknologi atas mayoritas pesaing, NusaTrip akan bertumbuh pesat dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Tjin.

Ia menambahkan bahwa proyeksi pasar mendukung optimisme perusahaan. Berdasarkan studi independen dari Statista yang dipublikasikan November 2024, nilai pasar perjalanan online di Asia Tenggara diprediksi meningkat dari USD 46 miliar pada 2024 menjadi USD 79 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 9,4%.

Keyakinan yang sama juga disampaikan oleh Raynauld Liang, CEO Society Pass sekaligus pemegang saham pengendali NusaTrip Incorporated.

“Pada 2024, kami memutuskan NusaTrip akan spin off menjadi perusahaan terbuka karena melihat potensi akselerasi pertumbuhan dalam pasar perjalanan online yang terbukti berkembang pesat di Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Hari ini kami semakin yakin bahwa NusaTrip bisa dan akan mencapai tujuan ini,” tegas Liang.

Proses IPO NusaTrip telah sesuai dengan Formulir S-1 (No. Registrasi 333-285997) yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat dan dinyatakan efektif pada 8 Agustus 2025. Penawaran hanya dilakukan melalui prospektus resmi yang menjadi bagian dari dokumen pendaftaran perusahaan.

Calon investor dapat mengakses salinan prospektus final melalui EDGAR di situs resmi SEC (www.sec.gov). Alternatifnya, dokumen tersebut juga bisa diperoleh melalui Cathay Securities, Inc. di 40 Wall Street, Suite 3600, New York, NY 10005, atau menghubungi nomor telepon 1-855-939-3888.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa siaran pers ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan penawaran jual maupun ajakan pembelian sekuritas. Saham NusaTrip hanya dapat ditawarkan atau dijual sesuai dengan ketentuan hukum sekuritas yang berlaku di yurisdiksi terkait.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Evakuasi Korban KM Nurul Salsa
Luar Negeri
Angka Kelaparan di Afrika L...
Luar Negeri
Australia Protes Uji Coba M...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
Rupiah Menguat, Harga Emas Turun
📅 Selasa, 21-Jul-2026
# 5
Rupiah Menguat, Harga Emas Turun
📅 Selasa, 21-Jul-2026
Rupiah Menguat, Harga Emas Turun
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.