Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Soroti Digitalisasi Pariwisata dan Penguatan Manufaktur

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Soroti Digitalisasi Pariwisata dan Penguatan Manufaktur Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini.

Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyoroti dua sektor penting yang dinilai harus segera dievaluasi dan diperkuat yaitu pariwisata dan industri manufaktur.

“Digitalisasi pariwisata kita masih tertinggal jauh. Negara lain sudah memanfaatkan platform dengan fitur Artificial Intelligence (AI) untuk promosi dan manajemen wisata, sementara kita belum memiliki rencana terperinci,” kata Novita dalam rapat kerja bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Pariwisata di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (3/9).

Novita mengatakan tanpa langkah terukur, kedua sektor ini berisiko kehilangan momentum dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu dalam evaluasinya atas sektor pariwisata, menegaskan bahwa desa wisata Indonesia masih kalah pamor dibandingkan destinasi serupa di Thailand, seperti Chiang Mai. Padahal, desa wisata seharusnya bisa menjadi pilar ekonomi lokal.

Ia mendorong pemerintah mempercepat pembangunan platform digital terintegrasi untuk pariwisata, yang memanfaatkan teknologi AI agar destinasi lokal dapat dikenal luas hingga ke pasar internasional.

Sementara pada sektor industri manufaktur, Novita menilai arah pembangunan yang kabur, laporan asal-asalan, serta hambatan infrastruktur dan logistik menjadi musuh utama kemajuan.

“Industri kecil dan menengah kita sulit berkembang jika regulasi sering berubah dan produk impor ilegal dibiarkan membanjiri pasar. Negara harus hadir dengan insentif nyata bagi industri yang menggunakan bahan baku lokal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Novita menekankan pentingnya koordinasi antar kementerian dan lembaga untuk menghindari program yang tumpang tindih.

“Identifikasi dan penyelesaian masalah program antar kementerian dan lembaga sangat mendesak. Kementerian Perindustrian harus diberi ruang lebih besar agar bisa fokus mendukung pertumbuhan industri manufaktur yang sehat,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan bahwa pariwisata berbasis digital dan industri manufaktur yang kuat merupakan kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Abrasi Pantai Mengikis Jalan Alternatif di Bantul

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Abrasi Pantai Mengikis Jala...
Megapolitan
Tangerang Open Speed Marath...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.