Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Digitalisasi Bansos Dorong Transparansi dan Tepat Sasaran

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Digitalisasi Bansos Dorong Transparansi dan Tepat Sasaran Doc: Dok. Antara

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Wisnu Setiadi Nugroho menilai rencana pemerintah memulai program bantuan sosial (bansos) digital merupakan langkah maju untuk memperkuat sistem perlindungan sosial, khususnya dalam transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran.

"Digitalisasi menekan biaya administrasi, memastikan bantuan tersalurkan dengan jumlah yang tepat, lebih cepat, dan lebih transparan," kata Wisnu dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu.

Wisnu menyebut digitalisasi bansos sejatinya bukan hal baru karena pemerintah telah meluncurkan berbagai inisiatif serupa, mulai dari Kartu Perlindungan Sosial (KPS/KKS) hingga Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Rencana program bansos digital pada tahun ini, menurut dia, diharapkan dapat menyempurnakan berbagai persoalan yang masih muncul pada periode sebelumnya.

Meski demikian, ia mengingatkan sejumlah tantangan yang harus diantisipasi pemerintah terkait penerapan program baru tersebut.

Salah satu yang perlu diantisipasi antara lain kesenjangan infrastruktur digital di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), keterbatasan literasi digital masyarakat miskin, akurasi data penerima bantuan, serta risiko eksklusi akibat otentikasi berbasis biometrik dinilai rawan menimbulkan masalah baru.

"Tantangan ini harus diantisipasi agar digitalisasi bansos tidak justru menyulitkan masyarakat miskin yang seharusnya menerima bantuan," ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menekankan empat langkah penting. Pertama, melakukan percepatan pemerataan infrastruktur internet termasuk dukungan mode offline/low-bandwidth.

Kedua, pendampingan masyarakat melalui agen lokal dan literasi digital. Ketiga, integrasi data bansos lintas kementerian agar lebih akurat. Keempat, transparansi publik melalui dashboard real-time dan kanal pengaduan yang mudah diakses.

"Bansos digital hanya akan efektif bila ditopang data yang mutakhir, infrastruktur yang memadai, serta pendampingan langsung bagi masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Wisnu berharap program bansos digital tidak hanya memperkuat efisiensi anggaran, tetapi juga meningkatkan inklusi keuangan masyarakat miskin.

Dia optimistis program ini mampu berjalan dengan baik dan efektif makan digitalisasi akan mempercepat pencairan, memangkas kebocoran dan meningkatkan kepuasan penerima.

"Bahkan bisa menjadi pintu masuk bagi masyarakat miskin ke layanan keuangan formal. Dengan begitu, bansos digital bukan hanya instrumen jangka pendek, tetapi juga sarana menuju kesejahteraan jangka panjang," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.