Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tambang Batu Bara Sawahlunto: Dari Sumber Kekayaan ke Situs Studi Sejarah Tambang

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 20:04 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pengembangan ini menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan membuka peluang usaha baru, seperti stan kuliner dan penginapan

Komitmen PTBA mengubah lahan bekas tambang menjadi aset produktif yang tidak hanya melestarikan warisan budaya tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Sawahlunto.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra mengatakan, kehadiran hotel yang memanfaatkan bangunan eks-kantor utama PTBA Ombilin itu merupakan langkah strategis dalam mendukung perkembangan pariwisata di Sawahlunto, khususnya pada ketersediaan fasilitas akomodasi.

Pemerintah Kota menyambut baik dan siap bersinergi dengan pihak manajemen Hotel Saka dalam kerangka kepentingan publik dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Riyanda berharap, keberadaan hotel itu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, misalnya melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, dan penguatan sektor ekonomi lokal.

Dengan begitu, hotel ini bukan hanya menjadi ikon baru pariwisata, tetapi juga menghadirkan nilai tambah nyata bagi warga Sawahlunto.

Sampai pertengahan tahun 2025 ini, jumlah kunjungan wisatawan ke Sawahlunto tercatat sebanyak 12.658 orang.

Angka tersebut menjadi dasar bagi Pemkot Sawahlunto untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan pariwisata.

"Kami memperkirakan akan ada kenaikan yang cukup signifikan pada momen libur panjang dan akhir tahun nanti," tambahnya.

Riyanda menilai, secara umum kondisi perekonomian masyarakat masih dalam tahap pemulihan. Hal itu tentu berpengaruh terhadap tingkat perjalanan wisata yang belum sepenuhnya stabil.

Namun demikian, Pemerintah Kota tidak tinggal diam, karena saat ini pihaknya fokus pada pembenahan infrastruktur penunjang pariwisata, menghadirkan inovasi pada atraksi dan destinasi, serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat promosi wisata.

Dengan langkah-langkah tersebut, sektor pariwisata Sawahlunto bisa semakin menarik minat wisatawan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Simposium "We Are Site Managers" UNESCO yang baru-baru ini digelar menjadi promosi wisata langsung bagi kota itu karena digelarnya pertemuan internasional untuk pengelolaan situs Warisan Dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.