Tambang Batu Bara Sawahlunto: Dari Sumber Kekayaan ke Situs Studi Sejarah Tambang
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 20:04 WIB | Oleh: Tim PenulisDukungan untuk pariwisata Sawahlunto
Bias matahari menyentuh perbukitan di Puncak Polan Sawahlunto. Sinarnya sampai ke menara gedung Hoofdkantoor van de Steenkolenmijn Ombilin atau Kantor Perusahaan Penambangan Batu Bara Ombilin yang dibangun pada tahun 1916.
Dua tahun lalu, gedung berasitektur kolonial yang jaraknya sekitar 9 kilometer dari Tambang Dalam Sawahluwung itu merupakan kantor Kantor Unit Pertambangan Ombilin PT Bukit Asam Tbk. Pada bagian dalam masih mempertahankan model lama agar pengunjung seakan-akan kembali ke masa lalu.
Gedung itu sudah direvitalisasi menjadi hotel dengan 33 kamar dengan warna lebih cerah. Bagian dalamnya sudah banyak yang berubah meskipun tidak mengubah bentuk aslinya karena bangunan termasuk cagar budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di halaman bagian dalam yang awalnya terdapat mushola, kini menjadi kolam renang dewasa dan kolam anak-anak ala hotel berbintang.
General Manager PT. Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin (PTBA UPO) Yulfaizon mengatakan, PTBA memberikan dukungan signifikan untuk Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) UNESCO dan pariwisata lokal melalui program-program yang berfokus pada pelestarian budaya, pengembangan infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah revitalisasi aset bersejarah.
PTBA mengubah bekas aset pertambangannya menjadi fasilitas pendukung pariwisata, yakni revitalisasi bekas kantor Unit Pertambangan Ombilin (UPO) menjadi Hotel Saka Ombilin Heritage, yang merupakan hotel berbintang bertaraf internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hotel ini mampu menampung tamu dan delegasi dari berbagai negara, seperti saat digunakan untuk kegiatan internasional Simposium "We Are Site Managers" (WASM) pada 24–28 Agustus 2025.
Proyek ini tidak hanya melestarikan bangunan bersejarah, tetapi juga meningkatkan kapasitas akomodasi Sawahlunto untuk acara-acara berskala global, kata Yulfaizon.
Program lainnya yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penyelenggaraan kegiatan pelestarian budaya.
Penyelenggaraan kegiatan pelestarian budaya, yakni dengan menyediakan fasilitas seperti hotel, karena PTBA terlibat dalam acara-acara besar yang mendatangkan wisatawan dan delegasi internasional.
"Hal ini secara langsung menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari penginapan, kuliner, hingga transportasi," kata Yulfaizon.
Selain itu, PTBA bekerjasama dengan pemerintah daerah mengembangkan kawasan bekas tambang menjadi destinasi wisata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!