Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tambang Batu Bara Sawahlunto: Dari Sumber Kekayaan ke Situs Studi Sejarah Tambang

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 20:04 WIB | Oleh: Tim Penulis

Proses itu disebut sebagai dewatering, yakni sistem sumuran (sumuran lumpur) untuk mengeluarkan air tambang melalui sistem pemompaan. Drainase tambang dalam dirancang menggunakan prinsip gravitasi, mengalirkan air tambang ke sumuran utama, kemudian bagian bawah dipasang pompa untuk mengeluarkan air tambang dan dialirkan ke permukaan.

Untuk melakukan pekerjaan itu, dua petugas bergantian disiagakan setiap shif selama 24 jam, yakni shif pagi sampai sore, lalu sore sampai malam, dan malam sampai pagi kembali.

Jarak petugas pertama, ke petugas kedua sekitar 75 meter. Mereka akan saling berkomunikasi menggunakan bel. Tidak ada sinyal telepon di sana apalagi internet.

Menurut Asmaliardi, penggunaan handy talky (HT) pernah dicoba namun sinyalnya terputus saat tikungan di dalam lubang, karena itu tidak efisien.

Dengan dibunyikannya bel oleh petugas pertama, petugas kedua di atas akan segera mengoperasikan pompa agar air bisa keluar ke permukaan.

Selanjutnya pemeliharaan juga dilakukan terhadap kayu penyangga lubang yang diganti rutin saat sudah rusak atau. Di balik kayu penyangga itu, kita bisa melihat kilauan batu bara yang masih menempel di dinding terowongan.

Kualitas batubara di Sawahlunto memiliki kalori tinggi sehingga termasuk bituminous coal (Batu bara Bitumen). Kualitas batubara tersebut sangat tinggi sehingga bisa memenuhi syarat metalurgi dan pembangkit listrik.

General Manager PT. Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin (PTBA UPO) Yulfaizon mengatakan, PTBA saat ini mengembangkan Tambang Dalam Sawahluwung sebagai lubang pendidikan untuk edukasi mengenai sejarah pertambangan.

Selain itu, area tersebut juga menjadi objek wisata edukasi tambang karena memiliki daya tarik unik bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah industri dan teknologi pertambangan pada masa itu, sekaligus memberikan wawasan tentang warisan budaya tambang.

"Potensi wisata ini tentunya sekaligus dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui penjualan tiket, pemandu wisata, dan layanan pendukung lainnya," kata Yulfaizon.

Ia menyebutkan, saat ini cadangan batu bara di Ombilin yang masuk dalam aset PTBA adalah sebesar 102 juta ton.

Meskipun tidak berproduksi lagi, PTBA telah berkomitmen untuk mendukung penuh upaya pelestarian Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

Fokus utama PTBA saat ini di Sawahlunto adalah pada pengembangan kawasan bekas tambang Ombilin sebagai pelestarian objek sejarah dan budaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.