Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kuliner Tradisional Jadi Jurus Otoritas IKN Hidupkan KIPP

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kuliner Tradisional Jadi Jurus Otoritas IKN Hidupkan KIPP Doc: ANTARA/ Aditya Nugroho
Ket. Sejumlah warga berjalan saat mengunjungi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

PENAJAM PASER UTARA – Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN memegang peran strategis sebagai jantung pembangunan ibu kota baru sekaligus simbol representasi negara.

Optimalisasi KIPP menjadi krusial karena kawasan ini bukan hanya menampung aktivitas pemerintahan, tetapi juga berfungsi sebagai etalase tata kota modern, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.

Secara analitis, pengelolaan KIPP yang optimal akan menentukan keberhasilan tahap awal pembangunan IKN.

Infrastruktur yang terintegrasi, desain ramah lingkungan, serta ketersediaan fasilitas publik yang memadai akan menjadi faktor utama dalam menarik minat investor, memastikan kelancaran birokrasi, sekaligus menciptakan citra positif di mata masyarakat maupun dunia internasional.

Sebaliknya, jika KIPP dikelola tanpa perencanaan matang, risiko inefisiensi, keterlambatan, hingga pemborosan anggaran dapat menggerus kepercayaan publik terhadap proyek IKN secara keseluruhan.

Karena itu, optimalisasi KIPP tidak hanya menyangkut aspek teknis pembangunan, tetapi juga menyangkut legitimasi politik, daya tarik ekonomi, serta keberlanjutan sosial-lingkungan dari IKN sebagai ibu kota masa depan Indonesia.

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengembangkan kawasan yang menonjolkan kuliner tradisional di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Sentra kuliner yang menonjolkan kuliner tradisional dikembangkan di KIPP IKN," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya mengenai pengembangan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (2/9).

Sentra kuliner yang dibangun di atas lahan strategis lebih kurang 12.000 meter persegi di KIPP 1A tersebut disediakan ruang publik, dan diharapkan menjadi model kawasan terpadu yang berwawasan budaya sekaligus berorientasi pada keberlanjutan.

Pengembangan kawasan bakal menjadi sinyal kuat bagi investor dan pelaku usaha lainnya, untuk ikut serta membangun kota baru yang menjadi simbol peradaban masa depan Indonesia.

Kehadiran kawasan yang diberi label Sentra Kuliner Nusantara dinilai sebagai tonggak awal keterlibatan sektor swasta dalam membangun dimensi kehidupan sosial di IKN.

Sentra Kuliner Nusantara menciptakan ruang yang bukan hanya menjawab kebutuhan masyarakat, jelas dia tetapi juga menjadi titik temu budaya lewat sajian kuliner khas dari seluruh penjuru nusantara.

"Sentra Kuliner Nusantara tidak tidak terbatas pada fasilitas kuliner, dan pembangunan dimulai pada kuartal keempat tahun ini," katanya.

Pengembangan Sentra Kuliner Nusantara dilengkapi dengan ruang perkantoran, fasilitas riset, rumah ibadah, serta sarana pendukung lainnya untuk kebutuhan komunitas urban yang mulai terbentuk di IKN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.