Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fortinet Tingkatkan Platform FortiRecon untuk Bantu Organisasi Selangkah di Depan Ancaman

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 20:15 WIB | Oleh:
Fortinet Tingkatkan Platform FortiRecon untuk Bantu Organisasi Selangkah di Depan Ancaman Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi serangan siber.

JAKARTA – Perusahaan keamanan Fortinet mengumumkan peningkatan signifikan pada platform FortiRecon. Hal ini menjadikannya salah satu solusi paling komprehensif di industri keamanan siber yang selaras dengan kerangka kerja continuous threat exposure management (CTEM).

Rilis terbaru ini menghadirkan pemantauan permukaan serangan yang diperluas, intelijen dark web yang berorientasi pada pelaku ancaman, serta orkestrasi keamanan, yang semuanya dalam satu platform terpadu.

Peningkatan tersebut berguna dalam membantu organisasi secara proaktif mengidentifikasi dan memprioritaskan eksposur nyata, memvalidasi risiko layaknya penyerang, serta mempercepat respons sehingga mengurangi kemungkinan dan dampak kebocoran data.

Banyak CISO dan tim keamanan yang kini kewalahan dengan semakin luasnya permukaan serangan dan aliran peringatan yang tak diprioritaskan. Dengan peningkatan terbaru pada FortiRecon, Fortinet menyatakan memberikan sudut pandang penyerang kepada perusahaan terhadap paparan internal dan eksternal mereka.

“Hal tersebut didukung oleh intelijen ancaman berbasis AI dari FortiGuard Labs, validasi dunia nyata, serta respons otomatis. Hal ini memungkinkan organisasi untuk memilah hal yang paling penting, fokus pada prioritas utama, dan secara terukur mengurangi risiko dan kerentanan sebelum dieksploitasi penyerang,” kata Senior Vice President of Products and Solutions di Fortinet, Nirav Shah, dalam keterangannya pada hari Selasa (2/9).

Pengumuman ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan akan strategi keamanan berbasis paparan karena banyak perusahaan kesulitan mengelola perluasan permukaan serangan, alert fatigue, dan operasi keamanan yang terfragmentasi.

“Menurut Gartner, Pada tahun 2026, organisasi yang memprioritaskan investasi keamanan mereka berdasarkan program manajemen paparan yang berkelanjutan akan tiga kali lebih kecil kemungkinannya mengalami kebocoran data,” ungkapnya.

Platform Terpadu untuk Ancaman Berkelanjutan

FortiRecon, dikombinasikan dengan integrasinya yang kuat ke platform Fortinet AI-Driven Security Operations Center (SOC), kini menghadirkan kapabilitas di lima pilar kerangka CTEM Gartner—scoping, discovery, prioritization, validation, dan mobilization.

“Hal ini memungkinkan organisasi untuk mengoperasionalkan pilar-pilar tersebut dalam satu platform yang terintegrasi erat dan mendorong upaya remediasi yang terkoordinasi antara tim keamanan dan TI,” paparnya.

Beberapa peningkatan terbaru ini mencakup, Attack Surface Management yang memantau secara berkelanjutan dan memberikan sudut pandang pelaku serangan atas permukaan serangan digital internal dan eksternal sebuah perusahaan.

Rilis terbaru menambahkan peringkat tingkat keparahan dari National Vulnerability Database (NVD), melengkapi penilaian FortiRecon Active Exploitation untuk perbaikan kerentanan yang lebih cepat dan cerdas.

Kedua Adversary-Centric Intelligence, yang memberikan wawasan ancaman yang dapat ditindaklanjuti dari aktivitas dark web, intelijen ransomware, kredensial yang bocor, kerentanan yang sedang dieksploitasi, hingga vendor yang berisiko. Peningkatan termasuk unduhan Indicators of Compromise (IOC) massal dan detail infeksi pencuri yang dapat mempercepat alur kerja SOC serta meningkatkan deteksi kebocoran data.

Ketiga rand Protection yang memantau pemalsuan domain, aplikasi seluler ilegal, kampanye phishing, dan penargetan eksekutif. FortiRecon Brand Protection menggunakan algoritma eksklusif untuk mendeteksi dan menurunkan domain phishing palsu, peniruan merek maupun eksekutif, aplikasi seluler ilegal di berbagai app store, kebocoran data di repositori kode, paparan open bucket, dan kampanye phishing, serta membantu melindungi online presence eksekutif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.