Presiden Hapus Tunjangan dan Moratorium Kunker DPR ke Luar Negeri
📅 Senin, 01 Sep 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: YASUYOSHI CHIBA/AFP
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto, dalam pernyataan bersama dengan Ketua Umum Partai Politik di parlemen sepakat menghapus besaran tunjangan anggota DPR RI serta menerapkan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.
Hal itu disampaikan Kepala Negara di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8), sebagai respons atas aspirasi publik terkait dinamika demonstrasi di berbagai daerah.
“Beberapa kebijakan DPR RI sudah disepakati untuk dicabut, termasuk besaran tunjangan anggota DPR RI dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri,” katanya.
Dalam pernyataan resminya, Presiden menegaskan bahwa DPR RI akan segera membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat.
“Saya juga akan meminta pimpinan DPR RI untuk segera mengundang tokoh-tokoh masyarakat, tokoh mahasiswa, dan kelompok-kelompok yang ingin menyampaikan aspirasi, agar bisa diterima dengan baik dan berdialog langsung,” kata Prabowo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Negara menambahkan, usulan lain dari masyarakat juga akan ditindaklanjuti melalui mekanisme delegasi yang diterima langsung oleh DPR RI.
Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPI) dalam surat terbuka yang ditandatangani Ketua Umum PPI Australia, Wildan Ali di Canberra, Sabtu (30/8) menyampaikan rasa kecewa dan mengecam tindakan sejumlah anggota Komisi XI DPR RI yang lebih memilih untuk berada di Australia di saat rakyat Indonesia sedang menyuarakan aspirasi dan melakukan demonstrasi.
Terlebih lagi, jika memang betul kunjungan ke Sydney, Australia merupakan sebuah kunjungan kerja, maka publik berhak bertanya mengapa durasi kunjungan kerja hingga akhir pekan, padahal semua orang tahu bahwa tidak ada aktivitas kantor di Australia pada hari Sabtu dan Minggu, sehingga kegiatan bilateral antar negara tidak mungkin dilaksanakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mengapa anggota dewan justru ikut serta dalam kegiatan non-kerja seperti ajang Sydney Marathon dan wisata ke Blue Mountain dan Scenic World & Echo Point,” sebut Wildan.
Gaya Hidup Mewah
Tindakan-tindakan tersebut jelas PPI bukan hanya bertolak belakang dengan rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran, tetapi juga memperlihatkan gaya hidup
bermewah-mewahan di tengah derita rakyat. Kalaupun menggunakan uang pribadi, PPI merasa hal itu tetap tidak pantas mengingat kondisi negara saat ini sedang tidak baik-baik
saja.
“Sikap demikian jelas memperlihatkan hilangnya empati terhadap penderitaan dan kemarahan rakyat Indonesia,” sebut PPI.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!