Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Bubarkan Aksi Unjuk Rasa di DPRD Sulut

📅 Senin, 01 Sep 2025, 19:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polisi Bubarkan Aksi Unjuk Rasa di DPRD Sulut Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah demonstran saat dibubarkan oleh pihak kepolisian di DPRD Sulawesi Utara, Senin (1/9).

MANADO – Jajaran kepolisian membubarkan aksi unjuk rasa (unras) di DPRD Sulawesi Utara, karena dinilai sudah melewati waktu sesuai ketentuan berlaku, yakni pukul 18.00 WITA.

Pantauan ANTARA di DPRD Sulut, Jalan Raya Kairagi Manado, Senin malam, polisi sempat mengeluarkan lebih dari lima kali tembakan gas air mata serta semburan air dari mobil water cannon ke arah pengunjuk rasa yang belum bubar.

Namun, para pengunjuk rasa yang didominasi mahasiswa dan beberapa organisasi kepemudaan itu, malah balik menyerang polisi dengan lemparan botol air mineral dan benda-benda lainnya.

Sebelumnya, para pengunjuk rasa yang berkumpul di seputaran Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi Manado melakukan jalan kaki hingga ke halaman kantor DPRD Sulut, serta berorasi menyampaikan tuntutan kepada wakil rakyat.

Salah satu orator mahasiswa dalam membacakan tuntutannya, meminta evaluasi dan reformasi kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran, menghapus tunjangan DPR dan DPRD serta menaikkan upah minimum bagi pekerja.

Massa tersebut ditemui langsung Ketua DPRD, Fransiskus Silangen, bersama Kapolda Sulut Irjen Pol. Royke Langie serta sejumlah anggota DPRD

"Saya persilakan saudara-saudara menyampaikan aspirasi, tetapi dengan cara yang baik," kata Ketua DPRD.

Massa unjuk rasa mendesak agar mereka semua dibolehkan masuk ke halaman kantor DPRD, namun ditolak pihak DPRD. Penolakan itu dikhawatirkan ada kejadian yang sebelumnya terjadi di daerah lain, yakni perusakan fasilitas gedung.

Baik massa maupun legislator terus bertahan di posisi masing-masing hingga melewati pukul 18.00 WITA.Pimpinan DPRD sempat meminta perwakilan mahasiswa maksimal 10 orang untuk berdialog di dalam kantor, namun massa demo menolak dan mau semuanya harus masuk.

Setelah pukul 18.30 WITA, massa diminta bubar oleh kepolisian dan terjadilah kericuhan, karena ada aksi lemparan benda ke polisi.Polisi bertindak tegas dengan mengamankan oknum diduga provokator serta melepaskan gas air mata ke arah massa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Polres Lombok Timur Pantau Pembelian BBM di SPBU

36 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Polres Lombok Timur Pantau ...

Rupiah Masih Rentan, 5 Agustus 2026

37 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan, 5 Agus...

Ajax Resmi Umumkan Kedatangan Marc ter Stegen

46 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Ajax Resmi Umumkan Kedatang...
Ekonomi
PT KAI Pastikan Data Digita...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.