Ombilin Sawahlunto: Tambang Batu Bara Tertua Asia Tenggara yang Jadi Warisan Dunia
📅 Senin, 01 Sep 2025, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Terdaftar sebagai salah satu warisan dunia, Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, sejatinya merupakan bekas kawasan pertambangan batu bara tertua di Asia Tenggara.
Pada 6 Juli 2019 di Kota Baku, Azerbaijan, Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menetapkan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto itu sebagai warisan dunia kategori budaya ke-9 di Indonesia.
Situs budaya yang memiliki nilai universal luar biasa tersebut meliputi kompleks tambang, fasilitas kota, fasilitas penyimpanan di Pelabuhan Emmahaven atau saat ini dikenal sebagai Pelabuhan Teluk Bayur serta jaringan kereta api untuk pengangkutan batu bara.
Terkhusus pada kawasan kompleks tambang, bekas perkantoran pertambangan yang dibangun Pemerintah Hindia Belanda pada 1916 menjadi salah satu bangunan yang ditetapkan oleh UNESCO saat itu.
Kini, bangunan bersejarah yang mulanya bernama Hoofdkantoor itu tengah bersolek menjadi sebuah hotel dengan konsep heritage berstandar internasional di bawah naungan PT Bukit Asam (PTBA), perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang penambangan batu bara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lahirnya ide pemanfaatan aset yang berusia lebih dari satu abad itu dilatarbelakangi adanya komitmen PTBA untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui aset-aset bernilai sejarah.
PTBA melihat kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tidak melulu tentang eksplorasi sumber daya alam seperti pertambangan batu bara yang sudah dilakukan sejak zaman Kolonial Belanda. Melainkan pengelolaan aset, misalnya bekas perkantoran menjadi hotel dinilai menjadi salah satu cara agar roda perekonomian di Kota Sawahlunto terus meningkat.
Di samping itu, tingginya tingkat hunian hotel di "Kota Arang" juga menjadi salah satu pertimbangan dari perusahaan yang merupakan bagian dari Holding BUMN Pertambangan tersebut untuk memanfaatkan peluang emas dengan merambah sisi bisnis perhotelan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu tentunya tidak terlepas dari terselenggaranya beragam festival atau kegiatan berskala nasional hingga internasional di kota kecil berbentuk kuali itu hampir setiap tahunnya. Sebut saja Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) dan Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) yang selalu menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Kota Sawahlunto.
Padatnya berbagai kegiatan kebudayaan, seni, sejarah dan lainnya tersebut secara umum belum sebanding dengan ketersediaan hotel atau hunian. Oleh sebab itu, PTBA akhirnya memutuskan untuk menyulap bangunan situs warisan dunia yakni bekas perkantoran pertambangan bergaya Eropa menjadi hotel yang dinamai Saka Ombilin Heritage.
HR General Services and Finance Secretary Head PTBA Alman Syarif mengatakan Saka Ombilin Heritage yang akan diresmikan pada Desember 2025 atau bertepatan dengan HUT Kota Sawahlunto diharapkan menjadi solusi hunian berstandar internasional, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Nilai sejarah
Sebagai bangunan cagar budaya yang juga dilindungi oleh UNESCO, bagian luar gedung itu tidak boleh diubah. Sementara, untuk sisi dalam ruangan masih diizinkan untuk diubah secara minor, misalnya pembuatan sekat kamar, melapisi lantai awal dengan keramik hingga pembuatan kolam renang.
PTBA memastikan perubahan minor tersebut tidak akan mengubah makna dan sisi sejarah bangunan karena telah mendapatkan pertimbangan dari BPCB Sumatera Barat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!