Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ombilin Sawahlunto: Tambang Batu Bara Tertua Asia Tenggara yang Jadi Warisan Dunia

📅 Senin, 01 Sep 2025, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Secara keseluruhan, terdapat 74 kamar yang disiapkan PTBA dalam mendukung sektor pariwisata di Kota Sawahlunto. Dari jumlah tersebut, 11 kamar yang terletak di bangunan utama merupakan gedung yang ditetapkan sebagai warisan dunia.

"Jika hotel-hotel besar itu mengusung konsep kemewahan, Saka Ombilin Heritage ini lebih kepada kesan heritage," kata Alman.

Sebelum hotel itu dibuka secara resmi, PTBA melalui anak usahanya mewanti-wanti agar tamu yang datang dapat menjaga gedung bersejarah tersebut. Sebab, tidak diperkenankan ada kerusakan yang bisa mengurangi esensi dari sejarah panjang yang kini diakui oleh dunia.

Pada penyelenggaraan simposium internasional bertajuk We Are Site Managers (WASM) di Kota Sawahlunto pada 24-28 Agustus 2025, Saka Ombilin Heritage sudah dioperasionalkan dengan menampung tamu yang berasal dari 15 negara.

Menggerakkan ekonomi

Alih fungsi gedung perkantoran PTBA menjadi hotel berstandar internasional merupakan sebuah upaya dan misi besar dari perusahaan BUMN itu untuk menggerakkan perekonomian di Kota Sawahluto.

PTBA melalui anak perusahaannya juga sedang menyiapkan proses perekrutan tenaga kerja Saka Ombilin Heritage. Pihaknya memperkirakan serapan pekerja itu dapat menjadi salah satu solusi dalam menekan jumlah pengangguran khususnya di kota yang merupakan "Eropanya Ranah Minang" itu.

Pengelola membutuhkan posisi general manager, front office yang meliputi resepsionis dan pramutamu, petugas kebersihan, juru masak, teknisi, akuntan hingga bagian pemasaran.

Dalam hal penyerapan tenaga kerja, PTBA akan mengutamakan masyarakat Kota Sawahlunto. Akan tetapi, hal itu juga harus selaras dengan kompetensi yang dibutuhkan manajemen hotel.

"Untuk tenaga kerja lokal kita mengutamakan anak-anak Kota Sawahlunto, terutama mereka yang memiliki lisensi perhotelan," kata Alman.

Tidak hanya itu, PTBA juga akan menyiapkan gerai-gerai UMKM yang dapat diisi oleh masyarakat lokal untuk menjual suvenir, makanan, minuman dan oleh-oleh lainnya. Kemudian, PTBA juga memaksimalkan keberadaan Rumah BUMN yang turut berisikan berbagai UMKM binaan.

Maka dari itu, PTBA merancang agar pengelola hotel nantinya ikut membantu dalam mempromosikan UMKM masyarakat kepada para tamu. Sebab, PTBA tidak hanya memproyeksikan pemasukan bagi perusahaan melainkan juga harus berdampak kepada masyarakat.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan RI Yayuk Sri Budi Rahayu menyambut positif langkah PTBA yang menyulap bekas perkantoran pertambangan zaman Kolonial Belanda menjadi hotel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...
Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.