Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'Aura Farming', dari Sungai Kuantan ke Danau Xinglong

📅 Senin, 01 Sep 2025, 19:09 WIB | Oleh:


Momentum pembinaan

Prestasi di Chengdu harus dibaca lebih jauh daripada sekadar angka medali. Tiga emas dan dua perak adalah bukti kapasitas, tetapi pertanyaan besarnya: bagaimana mempertahankan dan mengembangkannya? Di sinilah pacu jalur dan festival serupa memainkan peran penting. Ini bukan lagi perayaan budaya, tapi ekosistem pembinaan.

Bayangkan jika setiap festival dayung tradisional, seperti pacu jalur di Riau, lomba perahu naga di Kalimantan, hingga tradisi serupa di Sulawesi, diberi wadah pembinaan yang terstruktur.

Dengan dukungan teknologi latihan modern, pemanduan bakat, serta jalur menuju tim nasional, Indonesia berpeluang melahirkan generasi atlet dayung yang tangguh dan konsisten bersaing di level dunia.

Pencapaian dragon boat di World Games 2025 mengingatkan pada pola yang sama di cabang lain. Silat, misalnya, yang berakar dari budaya Nusantara lalu dipoles menjadi cabang olahraga internasional, dan bahkan sedang diupayakan untuk bisa dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028.

Hal yang sama kini terjadi dengan dayung. Bedanya, perahu naga sudah mapan sebagai cabang global, tinggal bagaimana Indonesia memastikan tradisi pacu jalur tetap menjadi fondasi identitas.

Bukan semata soal teknik, melainkan soal narasi. Dunia kini mengenal istilah aura farming sebagai bagian dari pacu jalur. Bila narasi ini dikaitkan secara konsisten dengan prestasi perahu naga, maka Indonesia akan memiliki keunggulan ganda dari prestasi olahraga sekaligus nilai budaya.

Seperti halnya gerakan Rayyan yang penuh aura, keberhasilan perahu naga Indonesia di World Games 2025 adalah sinyal optimisme. Namun, aura itu harus dirawat. Pemerintah, federasi, hingga masyarakat lokal perlu memastikan kesinambungan pembinaan. Tidak cukup berhenti pada euforia viral atau pesta penyambutan juara, perlu desain kebijakan jangka panjang.

Langkah konkret bisa berupa integrasi festival tradisional ke dalam kalender pencarian bakat resmi, pemberian beasiswa olahraga bagi atlet muda daerah, serta peningkatan fasilitas latihan. Selain itu, eksposur media dan budaya pop seperti fenomena aura farming perlu terus diarahkan untuk memperkuat citra dayung Indonesia di mata dunia.

Jika di tepian Sungai Batang Kuantan seorang bocah menari di ujung perahu, di Danau Xinglong sekelompok atlet Indonesia mendayung hingga mengibarkan Merah Putih. Dua peristiwa berbeda, saling bertalian.

Jika pacu jalur adalah akar, maka perahu naga di World Games adalah ranting yang menjalar ke dunia internasional. Dan kini, tanggung jawab bersama adalah memastikan pohon besar itu terus tumbuh berakar di tradisi dan berbuah di prestasi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.