Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menekraf Tekankan Pentingnya DPRD dan Kepala Daerah Perkuat Ekraf

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 17:02 WIB | Oleh:
Menekraf Tekankan Pentingnya DPRD dan Kepala Daerah Perkuat Ekraf Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menjadi salah satu narasumber di Auditorium Museum dan Galeri Seni SBY Ani, Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (30/8).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya peran DPRD dan kepala daerah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat.

Menurut dia, kolaborasi tersebut penting untuk memunculkan kebijakan-kebijakan yang strategis dalam mengembangkan ekraf di daerah.

“Saya ingin berbagi bagaimana kita bersama-sama bisa memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, sekaligus menyoroti peran penting DPRD dan kepala daerah dalam membentuk kelembagaan ekonomi kreatif di daerah," kata Menekraf Teuku Riefky, dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (31/8).

Menekraf Riefky menyampaikan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menilai bahwa DPRD adalah mitra utama dalam memastikan kebijakan ekonomi kreatif hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat daerah.

Ekonomi kreatif dinilai memainkan peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Menekraf Riefky dalam sambutannya di Bimbingan Teknis Nasional yang diselenggarakan bagi anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD se-Indonesia di Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (30/08).

Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), terdapat tujuh subsektor prioritas yang memiliki kontribusi signifikan, memiliki potensi besar dalam penciptaan lapangan kerja, serta berdaya saing di pasar global.

Ketujuh subsektor tersebut adalah kuliner, kriya, fesyen, gim, aplikasi, film, animasi dan video, serta musik.

Pengembangan subsektor tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal yang dapat menjadi daya tarik investasi maupun pariwisata berbasis budaya.

Dengan dukungan regulasi dan kebijakan dari DPRD, subsektor tersebut mampu memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ekonomi kreatif memiliki potensi yang sangat besar dalam menyerap lapangan kerja. Pada tahun ini, ekraf diperkirakan mampu menyerap tambahan 400 ribu hingga 1 juta tenaga kerja baru,” ujar dia.

Riefky juga menegaskan bahwa DPRD dan kepala daerah perlu menjadikan ekonomi kreatif sebagai prioritas pembangunan.

Pengembangan ekonomi kreatif dinilai sebagai investasi untuk masa depan, karena sektor ini menawarkan solusi bagi masalah pengangguran generasi muda dan membuka peluang kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja masa depan.

“Dengan dukungan regulasi dan alokasi anggaran dari DPRD serta komitmen kepala daerah, ekraf diyakini mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas sesuai dengan Asta Cita ke-3, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Adapun dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, potensi ekonomi kreatif Indonesia dapat dioptimalkan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.