Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Desa Harus Jadi Motor Ekonomi, Bukan Sekadar Penonton

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Desa Harus Jadi Motor Ekonomi, Bukan Sekadar Penonton Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Salah satu desa wisata di Bali.

JAKARTA - Pemberdayaan ekonomi desa merupakan strategi penting dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. 

Melalui optimalisasi potensi lokal—seperti pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga pariwisata—desa dapat menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi mandiri yang berkelanjutan. 

Program pemberdayaan biasanya melibatkan akses permodalan, peningkatan kapasitas SDM, dukungan teknologi, serta penguatan kelembagaan seperti BUMDes. 

Dengan pola ini, desa tidak hanya berfungsi sebagai penerima bantuan, tetapi juga menjadi pusat produksi dan inovasi. 

Dampaknya tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta memperkecil arus urbanisasi. 

Namun, tantangannya adalah menjaga keberlanjutan, mencegah ketergantungan pada subsidi, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa. 

Dengan tata kelola yang baik, pemberdayaan ekonomi desa dapat menjadi motor utama pertumbuhan inklusif di tingkat nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyebut pentingnya pameran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025 sebagai sarana mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan produk lokal.

Dalam penutupan AOE 2025, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (30/8), ia mengatakan pameran ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

"Hasilnya sangat bagus dan sesuai harapan. Saya melihat pameran ini sejalan dengan pemberdayaan masyarakat yang sedang dijadikan prioritas oleh Bapak Presiden Prabowo. Banyak produk UMKM daerah dipajang dan dipamerkan. Ini harus kita dukung. Produk lokal harus diberdayakan," ujar Zulkifli dalam keterangan di Jakarta, Minggu (31/8).

Menurut Zulkifli, keberadaan AOE yang konsisten diselenggarakan selama 20 kali dalam 25 tahun terakhir, telah berkontribusi besar terhadap pengembangan komoditas dan produk daerah.

Ia menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem pemberdayaan yang dapat mengembalikan kemandirian masyarakat desa.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Bursah Zarnubi menekankan perlunya tindak lanjut antar kabupaten dalam memperkuat potensi perdagangan.

Ia mencontohkan, Kabupaten Minahasa Utara siap menjalin kerja sama Kabupaten Lahat berupa pengiriman tas dari sabuk kelapa dan kenari, yang nilainya bisa mencapai Rp6 miliar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
PT KAI Raih Pendapatan Rp17...
Luar Negeri
AS-Jepang Bersatu Intervens...
Daerah
Otsus Papua Dirancang untuk...

Selat Hormuz Macet Bikin Inggris di Ambang Resesi

38 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Selat Hormuz Macet Bikin In...
Megapolitan
150 Merek Industri Pendukun...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.