6 Kejadian Unik Saat Demonstrasi di Jakarta
📅 Minggu, 31 Agu 2025, 20:32 WIB | Oleh: Winoto Wahyu
Membawa segerombol ular dan melemparkannya ke arah polisi adalah taktik psychological warfare yang primitif dan sangat efektif. Ketakutan pada ular (ophidiophobia) adalah fobia yang sangat umum dan instingtif pada manusia. Berhadapan dengan ular, apalagi yang tidak diketahui beracun atau tidak, memicu rasa panik dan naluri bertahan hidup yang jauh lebih primal daripada menghadapi pentungan atau water cannon.
Aksi ini menciptakan kekacauan dan kepanikan instan di barisan polisi. Tameng dan pentungan tidak berguna menghadapi makhluk melata yang bisa menyusup celah-celah. Formasi yang rapat dan teratur langsung buyar oleh teror yang tidak terduga ini. Tindakan ini, meski berbahaya dan kontroversial, menunjukkan tingkat desperasi dan pemikiran taktis di luar kotak dari para demonstran. Mereka menggunakan "senjata" dari alam untuk melawan alat-alat modern aparat keamanan.
6. Anak Kecil "Menjarah" Tameng Polisi: Kepolosan di Tengah Konflik

Sebaiknya Anda baca juga:
Video seorang anak kecil yang dengan polosnya memegang atau membawa sebuah tameng polisi yang jauh lebih besar dari dirinya, dan dibawa sambil bersepeda di jalan protokol adalah gambaran yang powerful dan kontradiktif. Di tengah-tengah lautan kekacauan yang diciptakan oleh orang dewasa—teriakan, gas air mata, dan kekerasan—seorang anak justru tampak seperti sedang "bermain". Tameng yang merupakan simbol perlindungan, pertahanan, dan konflik, tiba-tiba berubah menjadi mainan yang lucu dan tidak berbahaya di tangannya.
Tindakan "menjarah" tameng itu bukanlah aksi kriminal, tetapi sebuah tindakan polos anak-anak yang menemukan objek menarik di sekitarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!