Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Yogyakarta Perkuat Program Jogja Sapa Lansia untuk Tekan Kasus Keterlantaran

📅 Sabtu, 30 Agu 2025, 16:20 WIB | Oleh:
Pemkot Yogyakarta Perkuat Program Jogja Sapa Lansia untuk Tekan Kasus Keterlantaran

YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat program **Jogja Sapa Lansia** sebagai bentuk kepedulian terhadap warga lanjut usia. Program ini dikembangkan untuk menekan kasus keterlantaran, terutama bagi lansia tirah baring yang membutuhkan pendampingan intensif.

“Sering kali ada kasus lansia terlantar yang akhirnya harus dirujuk ke panti. Melalui program ini, kami ingin menciptakan sistem pendampingan agar selalu ada pihak yang bertanggung jawab,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Indrawati, Jumat (29/8).

Awalnya, Jogja Sapa Lansia hanya berupa gerakan sederhana untuk menyapa para lansia. Kini program tersebut dikembangkan lebih luas, mencakup lansia dengan kondisi berat maupun mereka yang masih mandiri. Harapannya, kualitas hidup lansia meningkat, anak-anak lebih peduli, dan masyarakat semakin sadar bahwa merawat orang tua adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, dan lingkungan sekitar.

“Tetap yang utama adalah keluarga. Tapi dengan adanya program ini, diharapkan kepedulian masyarakat juga tumbuh,” tambah Indrawati.

Pada tahap pertama, program ini sudah terlaksana di enam kelurahan, yakni Baciro, Gedongkiwo, Semaki, Wirogunan, Purbayan, dan Kotabaru, dengan sasaran 64 lansia tirah baring. Identifikasi penerima dilakukan oleh Komisi Lansia agar tepat sasaran.

Pemkot Yogyakarta juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Prodi Psikologi, STIKES Bethesda, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Mahasiswa dilibatkan sesuai kompetensinya, mulai dari pemeriksaan psikologis, edukasi perawatan lansia, hingga dukungan bagi *caregiver*.

“Dari hasil pendampingan tahap pertama terlihat perkembangan cukup signifikan. Ada lansia yang semula tirah baring, kini sudah bisa bangun setelah mendapat pendampingan dan edukasi dari mahasiswa kepada *caregiver*,” jelas Indrawati.

Tahap kedua program akan diperluas ke seluruh kelurahan di Kemantren Gondomanan, Rejowinangun, dan Ngampilan, dengan melibatkan organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta LPK Insan Medika Academy.

Indrawati menegaskan, keberlanjutan program ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Harapan kami, keterlantaran lansia dapat ditekan. Minimal ada edukasi bagi masyarakat, jejaring yang saling mendukung, dan sistem yang memudahkan mobilitas serta akses layanan bagi lansia,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Pengenalan Literasi Braille...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.