Biochar Jadi Senjata Baru Pulihkan Lahan Rusak, Pertanian Siap Bangkit dari Degradasi
📅 Jumat, 29 Agu 2025, 19:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Kementan
JAKARTA – Pemanfaatan teknologi biochar atau arang karbon dalam pertanian menawarkan solusi berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mengatasi persoalan lingkungan.
Biochar, yang dihasilkan dari proses pirolisis biomassa, memiliki kemampuan menyerap air dan nutrisi sehingga dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Dari sisi lingkungan, biochar berfungsi sebagai penyerap karbon jangka panjang, berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.
Selain itu, penerapannya juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha lokal melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku.
Namun, efektivitas biochar sangat bergantung pada skala penerapan, jenis tanah, serta integrasi dengan praktik pertanian modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan, riset lanjutan, dan model pembiayaan yang inklusif agar teknologi ini dapat diadopsi luas dan memberikan manfaat optimal.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong adopsi teknologi biochar sebagai solusi mengatasi krisis degradasi lahan pertanian Indonesia.
Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Indonesia Devi Erna Rachmawati di Jakarta, Jumat (29/8), mengatakan penerapan biochar menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki lahan pertanian yang rusak, sehingga diperlukan teknologi pembenah tanah untuk menjadikan lahan pertanian berkelanjutan.
"Saat ini, teknologi biochar ini sangat-sangat dibutuhkan Indonesia, karena lahan kita seperti kita tahu sudah banyak yang tidak sehat, lebih dari 60 persen lahan kita di Indonesia ini sudah mengalami penurunan kualitas, sehingga kita butuh sekali teknologi biochar ini, di mana bahan baku biochar di Indonesia juga sangat melimpah," ucapnya.
Devi mengatakan pihaknya ingin memberikan masukan kepada pemerintah untuk lebih memperkenalkan biochar ini kepada petani dan juga menjadi salah satu pertimbangan kebijakan.
Disampaikan dia, Kadin Indonesia telah membuat tempat penelitian dan pengembangan (research and development) yang bisa disinergikan antara Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan pelaku usaha untuk melakukan riset-riset di bidang pertanian.
"Tidak hanya di bidang pertanian saja, tapi juga peternakan dan perikanan. Nah itu kita siapkan lahan 180 hektare di Lebak. Jadi tujuannya sebagai tempat riset dan juga untuk pembinaan para petani sebenarnya. Dan Kadin Indonesia sendiri juga sekarang melakukan pembinaan kepada petani, tidak hanya dilakukan secara offline saja, tapi juga online," ujar Devi.
Ahli Utama Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menekankan pentingnya peran biochar untuk pertanian produktif dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil riset, biochar berperan untuk meningkatkan produktivitas tanah dan produksi tanaman, meremediasi tanah-tanah tercemar, seperti tercemar pestisida atau logam berat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!