Sampah Koper di Jepang! Overtourism Picu Masalah Baru, Bikin Hotel dan Bandara Pusing
📅 Kamis, 28 Agu 2025, 09:25 WIB | Oleh: Alfina FebriyanaBandara Kewalahan
Tak hanya hotel, bandara di Jepang pun ikut terhantam. Bandara Internasional Narita mencatat 1.073 koper terbuang sepanjang tahun fiskal 2024, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2019.
Bandara Kansai juga melaporkan angka serupa, bahkan melampaui masa sebelum pandemi.
Situasi ini bisa berbahaya. Di Bandara Internasional Chubu Centrair, seorang pria sampai harus diproses hukum karena meninggalkan koper setelah memindahkan isinya ke tas lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Polisi menegaskan, koper kosong yang dibiarkan begitu saja tetap dianggap ancaman karena berpotensi menyembunyikan bahan peledak.
Pemeriksaan pun harus dilakukan oleh sejumlah petugas, membuang waktu dan tenaga.
Butuh Solusi Sistemik
Sebaiknya Anda baca juga:
Profesor Daisuke Abe dari Universitas Ryukoku menilai, fenomena ini terjadi karena koper di Jepang relatif murah, sehingga turis lebih memilih membuang daripada membawanya pulang.
Ia menekankan perlunya kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk menciptakan sistem pembuangan koper yang jelas, sekaligus memberi informasi memadai kepada wisatawan.
Fenomena sampah koper ini membuktikan bahwa overtourism bukan hanya soal keramaian atau harga mahal, tetapi juga menyangkut lingkungan, keamanan, dan beban logistik.
Jepang kini dihadapkan pada tantangan baru, bagaimana membuat turis nyaman tanpa harus mengorbankan ketertiban dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!