Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sisi Gelap Dwi Hartono, Dari Pemalsuan Ijazah Hingga Jadi Otak Pembunuhan Sadis Kacab Bank!

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 15:29 WIB | Oleh:
Sisi Gelap Dwi Hartono, Dari Pemalsuan Ijazah Hingga Jadi Otak Pembunuhan Sadis Kacab Bank! Doc: Istimewa
Ket. Dwi Hartono, Dalang Pembunuhan Kacab Bank, Ternyata Pernah Masuk Penjara karena Ijazah Palsu.

Jakarta – Kasus pembunuhan Kepala Cabang Bank (Kacab Bank) di Jakarta, Mohamad Ilham Pradipta, memasuki babak baru. Sosok Dwi Hartono, otak di balik penculikan yang berujung pada kematian Ilham, ternyata bukan orang baru dalam dunia kejahatan.

Dalam keterangan yang diberikan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Darma Sena, terungkap bahwa Dwi Hartono merupakan residivis kasus pemalsuan ijazah pada tahun 2012. Kala itu, Dwi yang menggunakan nama lain Feri, terbukti memalsukan ijazah Paket C tingkat SMA.

"Iya, benar, tahun 2012 terkait pemalsuan ijazah SMA, Paket C kalau nggak salah," ujar Andika saat dihubungi wartawan, Rabu (27/8).

Dwi Hartono divonis 2 tahun penjara setelah terbukti memalsukan ijazah empat calon mahasiswa agar bisa masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Salah satu modusnya adalah mengubah lulusan jurusan IPS menjadi seolah-olah dari jurusan IPA.

Kini, lebih dari satu dekade kemudian, Dwi kembali ditangkap, kali ini oleh Tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya. Ia menjadi tersangka utama dalam penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta, yang jenazahnya ditemukan di semak-semak kawasan Bekasi.

Dwi ditangkap di Solo pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025, bersama dua tersangka lain yakni YJ dan AJ. Sementara itu, tersangka C (alias Ken), ditangkap keesokan harinya di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Penangkapan mereka merupakan hasil pengembangan dari empat pelaku lapangan yang lebih dulu diciduk, yakni Eras, AT, RS, dan RAH. Tersangka Eras bahkan ditangkap saat hendak “kabur” ke Labuan Bajo melalui Bandara Komodo.

Kasus ini semakin menyorot rekam jejak kelam Dwi Hartono, dari pemalsuan dokumen pendidikan hingga menjadi dalang pembunuhan berencana. Kepolisian terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta motif utama di balik kejahatan ini yang masih menjadi tanda tanya besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Mike Flanagan Mengaku Belum Menonton Clayface

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Mike Flanagan Mengaku Belum...
Luar Negeri
Trump Bentuk Pasukan Intele...

AS, Tiongkok, dan Russia Berlomba Membangun Reaktor Nuklir di Bulan

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS, Tiongkok, dan Russia Be...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.