Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Empat Bulan Ke Depan Kunci Penurunan Angka Stunting, Ini Kata Mendukbangga!

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 23:38 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Empat Bulan Ke Depan Kunci Penurunan Angka Stunting, Ini Kata Mendukbangga! Doc: istimewa
Ket. Target penurunan angka prevalensi stunting di 2025 yaitu sebesar 18,8 persen dari angka prevalensi stunting saat ini yaitu sekitar 19,8 persen, dan target di 2029 menjadi 14,2 persen

JAKARTA-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji menekankan bahwa empat bulan ke depan menjadi penentu dalam mengejar target Penurunan Angka Prevalensi stunting di 2025 yaitu sebesar 18,8 persen dari angka prevalensi stunting saat ini yaitu sekitar 19,8 persen, dan target di 2029 menjadi 14,2 persen. 

“Menyelamatkan satu anak sama dengan menyelamatkan satu generasi. Kuantitas harus terpenuhi, tetapi kualitas intervensi juga sangat penting,” tegasnyasaat membuka acara Konsolidasi dan Penguatan Tim Pengendali GENTING (TPG), Selasa (26/8). Dia menambahkan, pemetaan wilayah menjadi kunci.

Lebih lanjut Wihaji menegaskan pentingnya keberadaan Tim Pengendali untuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING di setiap daerah. 

“Program tanpa ada kontrol pasti gagal. Tim Pengendali adalah bagian dari kontrol kita,” ujarnya.

Konsolidasi ini dihadiri Wakil Menteri, para Deputi, Sekretaris Utama, Staf Khusus Menteri, serta TPG dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Kehadiran peserta yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat penurunan stunting.

Sejak diluncurkan, GENTING telah membentuk 38 TPG di tingkat provinsi, dan 474 TPG di kabupaten/kota. Struktur ini menjadi tulang punggung pelaksanaan program, menghubungkan kebijakan pusat dengan implementasi di daerah.

GENTING menargetkan 1 juta keluarga penerima manfaat, dengan sasaran utama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD (0–23 bulan), yang dikenal dengan istilah “3B”. Kelompok ini berada dalam fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), masa emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Adapun Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya, menjadi prioritas dengan menekankan peran tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (toma) dalam penguatan edukasi keluarga dan pemenuhan kebutuhan intervensi Keluarga Risiko Stunting lainnya.

Menteri Wihaji juga menekankan tindak lanjut Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ada di wilayah untuk memperkuat fasilitasi GENTING di daerah. Rapat koordinasi bulanan hingga akhir tahun akan dilakukan guna memastikan program berjalan konsisten.

Menurutnya, GENTING adalah program quick wins yang menjadi contoh percepatan penanganan stunting dengan intervensi cepat dan terukur. Pemerintah daerah diminta menjadikan program ini prioritas utama dalam koordinasi lintas sektor.

Menutup arahannya, Menteri Wihaji kembali menekankan pentingnya kebersamaan. “Dari pusat hingga desa, dari kota sampai kampung, stunting hanya bisa dicegah bila kita bergerak bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, semua pihak harus ikut ambil bagian,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Selat Hormuz Mulai Pulih, 2...
Megapolitan
PWI Jaya Gelar OKK Peningka...
Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

20 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.