Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Sampah di Kota Serang Ubah Limbah Menjadi Kebutuhan Pokok dan Token Listrik

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bank Sampah di Kota Serang Ubah Limbah Menjadi Kebutuhan Pokok dan Token Listrik Doc: Antara
Ket. Warga saat menyetorkan sampah kepada anggota PKK ke bank sampah di Kota Serang, Banten, Selasa (26/8).

Serang - Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan, tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di lingkungan RW 30, Kelurahan Unyur, Kota Serang, Banten, mengubah sampah menjadi sembako dan token listrik melalui sebuah bank sampah.

Ketua Bank Sampah Kota Serang Heni Sadtya Widyandari di Serang, Selasa (26/8), menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif warga dalam memilah sampah sejak dari rumah.

Inisiatif yang berlokasi di Perumahan Banten Indah Permai ini tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan limbah rumah tangga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat yang menjadi nasabahnya.

"Kami memberikan insentif ekonomi agar warga termotivasi. Sampah yang sudah dipilah tentu kami hargai lebih tinggi dibandingkan yang belum dipilah," ujarnya.

Ia merinci harga sampah bervariasi tergantung pada jenis dan kondisinya. Sebagai contoh, sampah yang sudah terpilah rapi bisa dihargai Rp3.000 per kilogram, sementara yang masih tercampur dihargai sekitar Rp2.000 per kilogram, dengan beberapa jenis tertentu bisa mencapai Rp8.500 per kilogram.

Salah satu inovasi yang membuat bank sampah ini diminati adalah fleksibilitas dalam pencairan tabungan sampah.

"Hasil dari bank sampah bisa ditukar dengan sembako atau token listrik, sesuai kebutuhan nasabah," ujarnya.

Hingga kini, bank sampah tersebut telah melayani sekitar 200 nasabah yang sebagian besar merupakan warga sekitar. Selain itu, mereka juga aktif bermitra dengan empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Serang untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Dalam operasionalnya, bank sampah ini mampu mengumpulkan rata-rata 200 kilogram sampah setiap dua minggu. Sebagian besar sampah tersebut dijual kembali ke pengepul, sementara sisanya dimanfaatkan untuk diolah menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.

"Permintaan dari pengepul cukup tinggi dan antusiasme warga juga terus meningkat. Ini membuktikan bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan untuk kebersihan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.