Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uang Beredar RI Membengkak, Sinyal Ekonomi Sedang Panas?

📅 Senin, 25 Agu 2025, 17:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Uang Beredar RI Membengkak, Sinyal Ekonomi Sedang Panas? Doc: Antara
Ket. Petugas bank menghitung uang kertas rupiah.

JAKARTA - Pertumbuhan uang beredar mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi, baik dari sisi konsumsi rumah tangga maupun ekspansi sektor usaha. 

Kenaikan ini biasanya dipicu oleh faktor seperti penyaluran kredit perbankan, belanja pemerintah, hingga arus masuk modal asing. 

Meski menjadi sinyal positif bagi daya beli dan pertumbuhan ekonomi, lonjakan uang beredar juga perlu diwaspadai karena berpotensi menambah tekanan inflasi jika tidak diimbangi dengan pasokan barang dan jasa yang memadai.

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juli 2025 tumbuh lebih tinggi, yakni 6,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp9.569,7 triliun.

"Pertumbuhan M2 pada Juli 2025 sebesar 6,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juni 2025 sebesar 6,4 persen (yoy) sehingga tercatat Rp9.569,7 triliun," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (25/8).

Lebih lanjut, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 8,7 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 4,8 persen (yoy).

Perkembangan M2 pada Juli 2025 terutama dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat (pempus).

Aktiva luar negeri bersih pada Juli 2025 tumbuh sebesar 7,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,9 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.004,1 triliun.

Adapun tagihan bersih kepada Pempus terkontraksi sebesar 6,2 persen (yoy), lebih kecil dari kontraksi Juni 2025 sebesar 8,2 persen (yoy).

Sementara itu, penyaluran kredit pada Juli 2025 tumbuh sebesar 6,6 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 7,6 persen (yoy).

Dalam hal ini, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk pinjaman (loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker's acceptances), dan tagihan repo.

Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.

Bank Indonesia juga mencatat uang primer (M0) adjusted pada Juli 2025 yang tumbuh 7,0 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,6 persen (yoy) sehingga tercatat Rp1.925,4 triliun.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 9,7 persen (yoy) dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 8,4 persen (yoy).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.