Gencarnya Edukasi Tenaga Pemasar Tingkatkan Literasi Asuransi Masyarakat
📅 Senin, 25 Agu 2025, 14:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA-Edukasi yang intens kepada masyarakat tentang pentingnya kemapanan finansial di masa depan penting dilakukan. Sebab, kendala saat ini literasi keuangan masyarakat masih rendah. Masyarakat sudah banyak yang memahami manfaat asuransi namun belum diikuti dengan jumlah masyakat yang memiliki polis.
Fenomena ini menjadi perhatian salah satu agen Sun Life Indonesia, Intan Dewi yang berhasil meraih penghargaan Top Agent of The Year 2024 dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Penghargaan ini diberikan melalui ajang Top Agent Award (TAA) AAJI 2025. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan keberhasilannya sebagai seorang agen, tetapi juga dedikasinya untuk meningkatkan literasi asuransi masyarakat Indonesia, khususnya di daerah Pekalongan, Jawa Tengah.
Sejak bergabung pada tahun 2009, Intan telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam mengedukasi masyarakat. Dia menyadari bahwa pemahaman masyarakat terhadap asuransi di daerah masih belum merata. Dari kesadaran itulah, ia berkomitmen untuk menghadirkan edukasi yang transparan dan berkelanjutan bagi calon nasabah maupun klien yang didampinginya.
Perjalanan Intan di industri asuransi bermula ketika ia pertama kali menjadi nasabah Sun Life. Dorongan dari kerabat dekat dan keinginannya untuk berkontribusi lebih bagi masyarakat kemudian membuatnya bergabung sebagai agen. “Saya merasa terpanggil untuk melayani masyarakat agar mereka bisa mewujudkan kemapanan finansial dan hidup yang sehat di masa mendatang,” ungkapnya di Jakarta, Senin, (25/8)
Sejak saat itu, Intan menempatkan dirinya tidak hanya sebagai pemasar, tetapi juga sebagai penasihat, pendamping, sekaligus edukator. Ia percaya bahwa agen adalah jembatan antara perusahaan dengan nasabah, yang harus hadir, mendampingi, dan memberikan edukasi secara transparan sedini mungkin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Intan, menjadi agen di kota kecil seperti Pekalongan, Jawa Tengah menghadirkan tantangan tersendiri. Tidak seperti di kota besar, pemahaman masyarakat di Pekalongan terhadap proteksi masih minim. Hal ini sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, yang menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara tingkat literasi dan inklusi asuransi.
Tingkat literasi asuransi nasional tercatat mengalami peningkatan dari 31,72 persen pada 2022 menjadi 76,25 persen pada 2024. Namun, hal ini belum diikuti oleh peningkatan kepemilikan polis. Sebaliknya, indeks inklusi asuransi menurun dari 16,63 persen pada 2022 menjadi hanya 12,21 persen di 2024. Dengan kata lain, banyak masyarakat yang sudah memahami manfaat asuransi, namun belum mengambil langkah untuk memilikinya.
Kesadaran inilah yang mendorong Intan untuk menjadikan edukasi sebagai pilar utama dalam setiap interaksinya dengan calon nasabah. Dalam pendekatannya, Intan secara konsisten menyampaikan berbagai informasi penting, mulai dari manfaat produk, risiko, proses klaim, hingga memastikan nasabah memahami bahwa pilihan produk sesuai dengan kondisi kesehatan, pekerjaan, serta keuangan mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada beberapa kondisi yang sering ditemuinya di lapangan, pertama, banyak nasabah yang sebenarnya sudah tahu tentang asuransi, tapi belum berani membeli karena merasa belum paham detail manfaat dan risikonya. Selain itu, ada juga nasabah yang sudah memiliki asuransi, tetapi tidak sepenuhnya paham dengan produk yang mereka miliki. "Karena itu penting bagi seorang agen untuk menguasai produk yang mereka tawarkan dan menyampaikannya dengan jujur, agar nasabah dapat merasakan manfaat dari produk yang mereka miliki,” jelasnya.
Agen dengan Prinsip “Action Louder Than Words”
Intan membagi peran agen ke dalam tiga tipe, pertama, agen yang bisa menjual, tapi kurang memahami produk dan kode etik industri asuransi. Kedua, agen yang menguasai produk, tapi kurang memperhatikan service after selling.
Agen yang menguasai produk sekaligus hadir mendampingi nasabah dengan tulus.
Sebagai seorang tenaga pemasar, Intan menekankan pentingnya menjadi agen yang berprinsip “Action Louder Than Words”. Dalam setiap situasi, terutama saat nasabah menghadapi musibah, ia berupaya hadir secara langsung untuk mendampingi dan memberi dukungan. Selain itu, Intan turut memperluas wawasan terkait penyakit, rumah sakit, dan rekomendasi dokter agar mampu memberikan informasi dan referensi yang relevan. Baginya, transparansi dan kehadiran nyata seorang agen sebagai pendamping adalah kunci hubungan jangka panjang antara agen dan nasabah.
Dedikasi Intan Dewi dalam meningkatkan literasi asuransi sejalan dengan visi Sun Life Indonesia untuk mewujudkan kemapanan finansial dan hidup yang lebih sehat bagi jutaan keluarga di Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, ia tidak hanya berhasil melindungi banyak keluarga di Pekalongan, tetapi juga turut memperluas akses literasi keuangan di luar kota besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!