Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Thrifting di Jepang: Harga Mahal, Barang Vintage dan Langka!

📅 Minggu, 24 Agu 2025, 13:33 WIB | Oleh:
Thrifting di Jepang: Harga Mahal, Barang Vintage dan Langka!   Doc: Kyodo
Ket. Susumu Takahashi membeli kaus band populer di toko pakaian vintage seharga 150.000 yen (Rp1,6 juta).

TOKYO – Belanja pakaian bekas atau dikenal dengan sebutan "thrifting" lagi hits di Jepang. Anak mudanya suka berburu barang-barang vintage dan langka.   

Di Jepang, kaus vintage dan barang bekas lainnya dijual dengan harga tinggi karena kaum mudanya cenderung berinvestasi pada barang langka yang masih bernilai dan konsumen enggan membeli produk baru.

Menurut laporan Kyodo, ketidakpastian tentang masa depan turut mendorong tren ini, nilai pasar barang bekas di negara ini meningkat menjadi sekitar 3,13 triliun yen (Rp345,8 triliun) pada tahun 2023, menurut Reuse Economic Journal. Angka ini menandai pertumbuhan selama 14 tahun berturut-turut sejak 2010, setahun setelah jurnal tersebut memulai surveinya.

Pada pertengahan Juli, di toko pakaian vintage Awesome by Bring Harajuku di Tokyo, sebuah kaus tahun 1990-an bergambar film anime dan manga "Akira" dijual seharga 790.000 yen (Rp87,2 juta), jauh melebihi harga aslinya yang diperkirakan sekitar 3.000 yen (sekitar Rp331.000). Kaus itu kemudian mendapatkan pembelinya.

Menurut Yuki Shimizu, manajer toko berusia 25 tahun, perbedaan individual pada barang seperti cetakan yang pudar atau retak bahkan dapat meningkatkan nilainya.

Sementara Susumu Takahashi (38) membeli kaus band populer di toko tersebut seharga 150.000 yen pada akhir Juli.

"Benda ini punya kisah, dan meskipun saya memakainya atau robek, benda ini tetap berharga," kata kolektor barang antik itu. "Kalau sudah saya tak pakai lagi, mungkin saya akan menjualnya," tambahnya.

Staygold Inc., sebuah firma berbasis di Tokyo yang mengelola banyak pengecer barang antik, mengatakan orang-orang muda berfoya-foya dengan barang-barang mewah unik yang dibeli secara impulsif dengan pendapatan dari pekerjaan paruh waktu, dan kemudian membagikan temuan mereka di media sosial.

Begitu tak lagi tertarik pada barang tersebut, mereka akan menjualnya untuk membeli barang antik berikutnya, kata perusahaan itu.

Arisa Tanii, seorang perencana digital di biro iklan Dentsu Inc. dan pakar perilaku konsumen muda, mengatakan meskipun mode merupakan alat untuk mengekspresikan diri, kaum muda juga mungkin tertarik pada manfaat investasi dari pakaian vintage mengingat kecemasan terhadap prospek ekonomi mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.