Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter Ingatkan Infeksi Berulang DBD Bisa Lebih Berbahaya

📅 Minggu, 24 Agu 2025, 14:58 WIB | Oleh:
Dokter Ingatkan Infeksi Berulang DBD Bisa Lebih Berbahaya Doc: ANTARA/HO-RS Borromeus
Ket. Kegiatan donor darah dalam rangkaian HUT ke-104 RS Borromeus di Bandung, Jawa Barat pada Minggu (24/8).

Jakarta -- Dokter mengingatkan masyarakat agar mewaspadai infeksi berulang demam berdarah dengue (DBD) karena berisiko menimbulkan gejala lebih berat hingga kematian terutama pada anak-anak dan pasien dengan penyakit penyerta.

“Virus dengue memiliki empat serotipe, artinya, seseorang bisa terinfeksi lebih dari sekali, dan infeksi yang berulang biasanya lebih berat,” kata dokter spesialis anak RS Borromeus, dr. Tony Ijong Dachlan, Sp.A, dalam gelar wicara HUT ke-104 RS Borromeus di Bandung, Minggu.

Ia menekankan terdapat sekitar 45 persen kematian akibat dengue terjadi pada usia 5–14 tahun. Bahkan infeksi tanpa gejala pada orang dewasa tetap bisa menjadi sumber penularan bagi anggota keluarga lain.

"Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai dari rumah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan dokter spesialis penyakit dalam RS Borromeus, dr. Stephanie Yuliana Usman, yang menekankan bahwa hingga kini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan DBD. Terapi yang diberikan hanya meredakan gejala, bukan membunuh virus.

"Langkah pencegahan menjadi sangat penting, terlebih pada pasien dengan penyakit penyerta seperti obesitas, ginjal, diabetes, atau hipertensi, yang lebih rentan mengalami kondisi parah,” kata dia lagi.

Data Kementerian Kesehatan mencatat hingga minggu ke-25 tahun 2025, Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus DBD tertinggi nasional, yakni 17.281 kasus dengan 61 kematian. Kota Bandung menempati urutan kedua daerah dengan kasus terbanyak, disusul Kabupaten Bandung di posisi ketiga.

Direktur Medis RS Borromeus, dr. Marvin Marino, menegaskan pihaknya akan terus memperkuat layanan promotif dan preventif.

“Kami berkomitmen mendampingi masyarakat bukan hanya saat sakit, tetapi juga melindungi sebelum sakit, terutama menghadapi ancaman penyakit menular seperti DBD,” katanya.

Pencegahan DBD dapat dilakukan melalui Gerakan 3M Plus secara konsisten, menjaga kebersihan lingkungan, serta mempertimbangkan vaksinasi dengue sebagai perlindungan tambahan.

Selain menyoroti DBD, RS Borromeus juga mengingatkan bahwa beban penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular lainnya terus meningkat di Bandung dan Jawa Barat. Melalui talk show yang menargetkan lebih dari 800 warga Bandung ini, RS Borromeus mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan diri dan keluarga dengan menjalankan pola hidup sehat serta langkah pencegahan sejak dini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
OJK Targetkan Lima Bank Sya...

Film "Fast & Furious" Hadir dalam Format Serial TV

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Film "Fast & Furious" Hadir...
Advertisement
Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.