Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Undang Jepang Investasi dalam Pelatihan Kerja bagi PMI

📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 08:55 WIB | Oleh:
Indonesia Undang Jepang Investasi dalam Pelatihan Kerja bagi PMI Doc: KP2MI
Ket. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding (keenam dari kiri) berfoto bersama perwakilan Keizai Doyoukai, atau Asosiasi Eksekutif Korporat Jepang, mitra Dewan Bisnis Indonesia, di Jepang pada Jumat (22 Agustus 2025).

JAKARTA - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengajak pelaku usaha Jepang memperkuat kerja sama ketenagakerjaan dengan berinvestasi pada program pelatihan dan sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri Jepang.

"Kami terbuka bagi perusahaan Jepang yang berinvestasi di pusat pelatihan di Indonesia. Kami bahkan siap menyediakan lahan untuk pengembangan mereka," ujar Karding dalam sebuah pernyataan, Jumat (21/8).

Pernyataan tersebut menyusul pertemuannya dengan Asosiasi Eksekutif Perusahaan Jepang (Keizai Doyoukai) di Tokyo yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dewan Bisnis Indonesia.

Karding menjelaskan, saat ini pihaknya tengah membangun ekosistem pelatihan terpadu untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang berdaya saing global.

Ia percaya keterlibatan Jepang dalam proses pemetaan sektor pekerjaan dan pengembangan kurikulum akan menjadi langkah penting dalam menyelaraskan pelatihan dengan standar industri negara tersebut.

"Kami ingin seluruh proses pelatihan menggunakan kurikulum Jepang, sehingga hasilnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang," kata Karding.

Dalam pertemuan tersebut, Karding juga mendorong kerja sama dalam penyusunan standar pelatihan oleh Asosiasi Eksekutif Perusahaan Jepang.

Ia berharap Jepang dapat membuka jalur komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah Indonesia dan perusahaan Jepang yang mengalami kekurangan tenaga kerja.

"Kami juga meminta dukungan agar perusahaan anggota mengetahui bahwa Indonesia siap menyediakan tenaga kerja terampil untuk berbagai sektor yang membutuhkan," ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral, Karding juga mengusulkan agar Indonesia dan Jepang bersama-sama menyelenggarakan simposium ketenagakerjaan internasional.

Karding mengatakan forum semacam itu penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kedua negara berkomitmen untuk membangun masa depan ketenagakerjaan yang kuat dan inklusif.

"Mungkin kita juga perlu mempertimbangkan untuk menjadi tuan rumah bersama sebuah simposium untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Jepang dan Indonesia bekerja sama merancang masa depan ketenagakerjaan," tegasnya.

Kementerian P2MI berharap kerja sama tersebut dapat memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke sektor formal Jepang yang sedang berkembang, seperti perawatan lansia, manufaktur, perhotelan, dan pertanian modern.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.