Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakistan Dikepung Banjir 24 Nyawa Melayang dalam 24 Jam

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 21:05 WIB | Oleh:
Pakistan Dikepung Banjir 24 Nyawa Melayang dalam 24 Jam Doc: AFP

ISLAMABAD - Setidaknya 24 orang tewas dan 15 lainnya luka-luka akibat insiden yang dipicu hujan deras di berbagai wilayah Pakistan dalam kurun 24 jam terakhir, kata Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional (National Disaster Management Authority/NDMA) Pakistan pada Kamis (21/8).

Jumlah korban tewas tertinggi dilaporkan di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut, di mana 21 orang tewas, termasuk 14 anak-anak. Provinsi Sindh, Pakistan selatan, melaporkan dua korban tewas, sedangkan wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan mencatat satu korban tewas.

Pejabat mengatakan korban jiwa sebagian besar terjadi akibat tertimpa bangunan rumah yang ambruk, terseret banjir bandang, hingga tersengat aliran listrik yang dipicu hujan monsun yang deras, papar NDMA.

Sejak akhir Juni, hujan musiman telah menelan 771 korban jiwa di berbagai wilayah Pakistan, tunjuk data resmi. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
DKI Jakarta Berbagi Ilmu Ob...
Ekonomi
OJK Ungkap Strategi Jaga St...

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.