Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Malaysia Tegas Tolak Kembali Gelar Balapan F1 karena Biaya Selangit

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 08:35 WIB | Oleh:
Malaysia Tegas Tolak Kembali Gelar Balapan F1 karena Biaya Selangit Doc: AFP
Ket. Ilustrasi balapan Grand Prix Formula 1 Malaysia.

KUALA LUMPUR, MALAYSIA - Pemerintah Malaysia memastikan Formula 1 (F1) tidak akan kembali digelar di Negeri Jiran itu dalam waktu dekat. Alasannya, biaya penyelenggaraan terlalu tinggi ditambah kalender balapan dunia yang sudah sangat padat.

Malaysia pertama kali menjadi tuan rumah F1 padatahun 1999 di Sirkuit Internasional Sepang. Namun, setelah 19 edisi, gelaran terakhir berlangsung padatahun 2017 sebelum resmi dicoret dari kalender sejak 2018 akibat tingginya ongkos penyelenggaraan. Sepang hingga kini masih rutin menggelar ajang MotoGP.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, mengungkapkan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membawa kembali F1 mencapai sekitar 300 juta ringgit per tahun atau setara 1,13 triliun rupiah.

“Selain hak penyelenggaraan, sirkuit juga membutuhkan sekitar 10 juta ringgit per tahun untuk pemeliharaan agar memenuhi standar balapan kelas dunia,” ujar Yeoh dalam sidang parlemen, Kamis (21/8).

Menurutnya, kontrak dengan Liberty Media selaku pemegang hak komersial F1 juga mengharuskan komitmen jangka panjang. “Malaysia harus terikat kontrak antara tiga hingga lima tahun, dengan nilai total mencapai sekitar 1,5 miliar ringgit selama periode tersebut,” jelasnya.

Yeoh menambahkan, kalender F1 saat ini sudah sangat padat dan Malaysia harus bersaing dengan negara lain untuk kembali masuk dalam daftar tuan rumah. Saat ini di kawasan Asia Tenggara, Singapura masih menggelar balapan malam yang populer, sementara Thailand tengah mengupayakan diri menjadi tuan rumah baru.

Kabinet Thailand bahkan sudah menyetujui proposal senilai 1,2 miliar dollar AS atau sekitar 19,6 triliun rupiah untuk menggelar F1 di jalanan Bangkok mulai 2028.

Kendati demikian, Malaysia belum sepenuhnya menutup pintu. Pemerintah membuka peluang jika ada perusahaan swasta atau korporasi yang bersedia menanggung biaya besar tersebut.

“Kami terbuka jika ada pihak korporat yang ingin menanggung biaya ini, pemerintah bisa bekerja sama,” kata Yeoh. “Formula 1 adalah ajang olahraga prestisius yang diikuti banyak penggemar di seluruh dunia. Kalau saja kita mampu, tentu ini akan menjadi kebanggaan bagi Malaysia.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.