Adaptasi dengan Perubahan Zaman, Cusson Baby Tampil dengan Wajah Baru
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 15:30 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Cussons Baby
JAKARTA – Cussons Baby menghadirkan wajah baru untuk menemani perjalanan cinta ibu dalam menjalani gaya parenting yang terus berubah. Dengan tampilan warna kemasan pastel modern, menghadirkan karakter ilustrasi bayi Cuby.
Produknya memiliki kandungan bahan alami dengan inovasi triple nutrient blend, yang memadukan tiga manfaat sekaligus dalam tiap varian, Cussons Baby hadir untuk mendukung ibu dari generasi 90-an hingga Gen Z.
Hadir dalam peluncuran yang diadakan di Jakarta pada Kamis (21/8) Eva Arisuci Rudjito, Marketing Director PZ Cusson Indonesia; Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog Klinis ; Merdianti Octavia, Ibu milenial dengan 2 anak, yang juga menantu dari Dewi Yul; serta Sophia Aljufri, Ibu Gen Z dengan 2 anak balita, yang juga selebgram.
“Transformasi Cussons Baby bukan sekadar perubahan visual. Kami ingin menjadi bagian dari setiap momen ibu, sekaligus menemani perjalanan cinta orang tua dari generasi ke generasi dalam merawat buah hatinya dengan bangga dan bahagia melalui produk yang aman, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan ibu masa kini,” ujar Marketing Director PZ Cussons Indonesia, Eva Arisuci Rudjito pada kesempatan tersebut.
Ia menerangkan, Cussons Baby kini tampil lebih segar, dengan kemasan modern dan karakter ilustrasi bayi Cuby yang menggemaskan. Tak hanya tampil lebih segar, setiap variannya juga diperkaya dengan 3x Nutrient Blend yang diformulasikan sesuai kebutuhan si kecil yang beragam.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sejak lebih dari 50 tahun lalu, rangkaian produk Cussons Baby terus hadir dan berevolusi, mendampingi para Ibu dari berbagai generasi dengan gaya parenting yang beragam,” ungkapnya.
Seiring perkembangan zaman kata Eva, gaya parenting memang mengalami perubahan signifikan. Ibu generasi 90-an sampai 2000-an awal, mulai bergeser lebih fokus pada kebutuhan anak. Orang tua jadi lebih ‘intensif’ mendampingi tumbuh kembang anak, memberikan banyak energi juga waktu untuk anak.
Memasuki 2010-an, orang tua mulai sadar pentingnya memberi ruang bagi anak untuk mandiri dan percaya pada kemampuannya. Gaya pengasuhan jadi makin asik, bergeser ke arah yang lebih hangat dan suportif, memberikan anak ruang untuk berpartisipasi dan berekspresi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lanjut ke era 2020-an, parenting masa kini yang serba digital. Anak seakan tidak berhenti pegang gadget, mulai dari membuat konten di TikTok hingga belajar coding. Orang tua seakan harus jadi ‘sheriff’ di dunia maya.
Psikolog klinis Ratih Ibrahim, M.M., menekankan bahwa parenting tetap sama meski zaman terus berubah. Intiya adalah rumah yang menyediakan kasih sayang, menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Meskipun metode berubah, kebutuhan anak akan perhatian, kasih sayang, dan kehadiran orang tua tetap menjadi fondasi utama,” ujarnya.
Selain itu, Ratih menyoroti pentingnya daya adaptif orang tua dalam menghadapi tantangan zaman. Orang tua masa kini tidak hanya menegakkan disiplin, tetapi juga belajar menyeimbangkan antara pengawasan, komunikasi yang terbuka, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.
Pergeseran tren pengasuhan dirasakan saat ini oleh ibu milenial dan Gen Z, dari keterlibatan orang tua yang intensif dan tradisional menuju pendekatan yang lebih responsif, modern, sesuai kebutuhan anak. Fenomena ini diamini oleh Merdianti Octavia, Ibu 2 anak, menantu dari artis senior Dewi Yul.
“Zaman sekarang, jadi ibu terasa lebih rumit karena banyak hal tidak sesuai harapan. Menjadi ibu adalah proses belajar yang tak pernah berhenti. Walau gaya saya berbeda dengan mama, yang saya tiru dari beliau yaitu nilai pantang menyerah dan mandiri, yang saya ajarkan juga ke anak-anak,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!