Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenhub: Penanganan Lalu Lintas di RI Kombinasi Jepang dan Eropa

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 21:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenhub: Penanganan Lalu Lintas di RI Kombinasi Jepang dan Eropa Doc: ANTARA
Ket. Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub Aan Suhanan menjawab pertanyaan awak media seusai jumpa pers di Jakarta, Kamis (21/8/2025).

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan penanganan lalu lintas di Indonesia kombinasi dari Jepang yang menanamkan keselamatan sejak dini dan model Eropa yang menekankan penegakan hukum guna meningkatkan keselamatan serta menekan kecelakaan.

"Jepang tidak ada kamera ETLE. Mereka mencoba menanamkan masalah keselamatan sejak usia dini. Sedangkan Eropa itu penegakan hukum yang diutamakan, sehingga para pengguna jalan tertib. (Kalau) kita kombinasi, kita menyasar ke usia dini kemudian juga bagaimana penegakan hukum," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub Aan Suhanan dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (21/8).

Menurutnya, Jepang berhasil menekan angka fatalitas kecelakaan dengan pendekatan edukasi keselamatan sejak usia dini, mulai pra-sekolah hingga sekolah dasar, tanpa mengandalkan penegakan hukum berbasis kamera elektronik.

Mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri itu menjelaskan, Jepang mampu menekan korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas menjadi sekitar 2.500 jiwa pada tahun 2021, jauh lebih rendah dibandingkan angka di Indonesia.

Sebagai perbandingan, Indonesia mencatat lebih dari 27.000 korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas setiap tahun, menegaskan urgensi penerapan strategi komprehensif untuk mengurangi risiko di jalan.

Sementara itu, Eropa menekankan pada penegakan hukum ketat untuk menciptakan keteraturan pengguna jalan, sehingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dapat berjalan lebih konsisten dan efektif.

Indonesia mengombinasikan pendekatan Jepang dan Eropa dengan fokus pada edukasi keselamatan usia dini serta penegakan hukum yang memberi efek jera kepada pelanggar.

Upaya penegakan hukum berbasis efek jera, menurut Aan, sangat penting agar tercipta rasa disiplin di jalan, sehingga keselamatan pengguna lalu lintas dapat lebih terjamin di masa depan.

Selain itu, Kemenhub juga memiliki program Sadar Lalu Lintas Anak Usia Dini (SALUD) yang dirancang untuk menanamkan kesadaran pentingnya keselamatan sejak anak-anak.

Aan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat memahami betapa vitalnya keselamatan lalu lintas, bukan hanya untuk mengurangi kecelakaan, tetapi juga demi melindungi kehidupan sesama pengguna jalan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
60 Persen Lebih Warga Inggr...
Daerah
Bulog Bandung Jamin Stok Be...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.