Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Prakirakan Hujan Kategori Menengah di NTB Terjadi Mulai Oktober

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 21:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Prakirakan Hujan Kategori Menengah di NTB Terjadi Mulai Oktober Doc: ANTARA
Ket. Peta prakirakaan curah hujan pada Oktober 2025 di Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan kategori menengah hingga sangat tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) terjadi mulai akhir Oktober hingga November 2025.

Kepala Stasiun Klimatologi NTB, Nuga Putrantijo, mengatakan curah hujan padaa Agustus hingga September 2025 masih diprakirakan rendah, sedangkan hujan intensitas menengah diprakirakan mulai turun pada Oktober 2025.

"Pada November, curah hujan diprediksi dalam kategori rendah hingga sangat tinggi berkisar antara 51 sampai lebih dari 500 milimeter per bulan dengan sifat hujan dengan sebagian besar kategori atas normal (AN)," ucapnya dalam pernyataan di Mataram, Kamis (21/8).

Musim hujan yang mulai masuk pada akhir tahun membuat risiko kebakaran hutan dan lahan berpotensi menurun. Namun, hingga periode tersebut tiba, masyarakat diminta tetap waspada serta melakukan konservasi air untuk mengurangi dampak musim kering.

Ia mengatakan musim hujan diperkirakan datang sesuai pola normal tahunan. Kondisi itu memperkuat peringatan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi risiko kekeringan yang masih berlangsung.

Pola hujan yang terjadi di Nusa Tenggara Barat turut dipengaruhi dinamika atmosfer global.

BMKG mencatat kondisi ENSO berada pada fase netral hingga akhir tahun sehingga tidak ada anomali ekstrem yang memicu percepatan ataupun keterlambatan awal musim hujan di wilayah tersebut.

Meski demikian, analisis hari tanpa hujan menunjukkan sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat mengalami periode kering lebih dari 30 hari berturut-turut. Situasi itu menandakan risiko kebakaran hutan tetap tinggi sebelum turunnya hujan pertama.

Defisit curah hujan juga menurunkan cadangan air tanah. Dampak itu dirasakan tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang sangat bergantung pada sumber lokal.

BMKG menyarankan petani menunda tanam padi hingga awal musim hujan untuk mencegah gagal panen, sementara pemerintah daerah perlu menyiapkan mitigasi berupa pasokan air bersih dan irigasi darurat.

"Seluruh wilayah di NTB (saat ini) masih berada pada periode musim kemarau. Masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, kebakaran, dan kekeringan," demikian Nuga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.