Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antara Tanggung Jawab, Cinta, dan Air Mata: Acha Septriasa Hidupkan Karakter Anak Pertama di Film Titip Bunda di Surga-MU 

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 08:43 WIB | Oleh:
Antara Tanggung Jawab, Cinta, dan Air Mata: Acha Septriasa Hidupkan Karakter Anak Pertama di Film Titip Bunda di Surga-MU  Doc: istimewa

JAKARTA - Nama Acha Septriasa kembali menjadi sorotan di jagat perfilman Tanah Air. Aktris berbakat ini akan segera menyapa penonton lewat film terbarunya, "Titip Bunda di Surgamu," yang rencananya akan tayang di akhir Desember 2025 atau awal Tahun 2026. Dalam film yang dinantikan ini, Acha memerankan karakter yang begitu lekat dengan realitas banyak orang, yaitu Alya, seorang anak sulung yang memiliki kisah perjuangan dan relasi kompleks dalam keluarganya.

Redaksi berkesempatan berbincang langsung dengan Acha Septriasa dalam sebuah wawancara eksklusif. Dengan senyum ramahnya, Acha berbagi cerita mendalam tentang karakternya, Alya, dan bagaimana ia menemukan kemiripan personal dalam peran tersebut.

Alya: Si Anak Sulung yang Perfeksionis dan Penuh Keinginan
Menurut Acha, Alya adalah karakter yang sangat ambisius. Sebagai anak pertama, ia memiliki keinginan yang kuat dan cenderung ingin selalu dituruti. "Karakternya Alya sebagai anak pertama, dia itu keinginannya luar biasa dan pengen diturutin," ungkap Acha. Alya digambarkan sebagai sosok yang sangat detail, perfeksionis, dan memiliki pendirian yang keras. Sifat-sifat ini seringkali membuat hubungannya dengan keluarga menjadi penuh tantangan.

Meskipun demikian, di balik sifat kerasnya, Alya juga sosok yang berani mengakui kesalahan. Acha menjelaskan, "Dia itu tapi bisa mengakui kesalahan dan sedikit hati-hati" Sebuah kombinasi karakter yang menarik, menunjukkan bahwa di balik ketangguhan, ada sisi kerentanan yang membuat Alya terasa lebih manusiawi.
Dinamika Hubungan dengan Keluarga: Antara Protektif dan Kebutuhan Pembuktian Diri

Salah satu inti cerita dalam "Titip Bunda di Surgamu" adalah hubungan Alya dengan Bundanya. Acha menceritakan bahwa Alya sering merasa sang Bunda terlalu posesif dan protektif. "Alya itu punya kecenderungan pernah merasa bahwa Bunda itu tidak sepenuhnya bisa percaya sama dia. Bunda selalu sangsi sama anak perempuannya ini, dianggap enggak mampu, dianggap enggak bisa jaga diri," jelas Acha. Perasaan ini mendorong Alya untuk memberontak dan membuktikan bahwa ia bisa mandiri.

"Dia berusaha rebel di keluarganya, enggak mau diatur, berusaha membuktikan ke Bunda dan Ayah bahwa dia bisa melakukan bisnis sendiri dengan caranya," tutur Acha. 

Kisah ini tentu akan sangat relevan bagi banyak penonton yang juga pernah merasakan tekanan untuk memenuhi ekspektasi keluarga sambil mencari jalannya sendiri.

Hubungan dengan adik-adiknya pun tak kalah rumit. Meskipun mereka memiliki hubungan yang terbuka dan dekat, adik-adik Alya adalah orang-orang yang paling kritis terhadapnya. "Orang-orang yang very critical ke Alya adalah adik-adiknya sendiri," ungkap Acha. 
Sebagai kakak, Alya merasa berkewajiban untuk mengarahkan adik-adiknya agar tidak keluar dari jalur yang disetujui orang tua, meskipun ia sendiri terkadang lepas kendali karena terlalu memaksakan kehendaknya.

Inspirasi dari Karakter Bunda dan Pesan untuk Penonton
Acha juga membagikan pengalamannya berakting bersama Aktris Senior Meriam Belina sebagai Bunda, "Karakter Bunda di film ini sangat menginspirasi aku juga sih, dalam hal Bunda berani mengungkapkan penyesalan-penyesalannya terhadap anak-anaknya," kata Acha. Menurutnya, karakter ini mengajarkan pentingnya meminta maaf dan mengungkapkan kasih sayang, sesuatu yang seringkali terlupakan dalam dinamika keluarga.

Melalui film ini, Acha Septriasa berharap penonton dapat mengambil pelajaran berharga. Ia ingin "Titip Bunda di Surgamu" menjadi pengingat bahwa setiap bentuk kasih sayang, meskipun terkadang terlihat seperti kecemburuan, ceramah, atau bahkan sikap mengontrol, pada dasarnya berasal dari niat yang baik. "Semua itu pasti ingin menginginkan yang terbaik buat yang disayang," pungkas Acha.

"Titip Bunda di Surgamu" bukan sekadar film tentang perjuangan seorang anak sulung dan adik-adiknya, melainkan juga sebuah cerminan tentang makna keluarga, penerimaan, dan pentingnya komunikasi yang jujur. 

Bersiaplah terhanyut dalam kisah menyentuh ini saat filmnya tayang nanti. Jangan lupa, follow terus akun Instagram resmi film ini di @titipbundadisurgamu untuk update terbaru dan behind-the-scenes yang pastinya bikin penasaran!. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.