Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memulihkan Rumah Gadang di Penjuru Negeri

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 22:45 WIB | Oleh:

Keturunan keluarga Chatib Sulaiman, Fauzi Tarmizi menyambut rombongan di depan tangga beton yang sudah pernah dipugar pada tahun 1940.

Rumah itu dulu sempat rusak parah setelah gempa Padang Panjang tahun 1926, dan diperbaiki tahun 1940, dibuktikan dengan tangga naik ke rumah yang dulunya terbuat dari kayu, lalu diganti jadi beton.

Saat langkah demi langkah meniti anak tangga, seseorang perempuan dari rombongan melihat dinding-dinding rumah dengan tatapan haru, perasaannya seolah kembali ke masa lalu.

Perempuan berambut merah marun itu adalah Miranda Swaray Goeltom, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang ikut dalam rombongan tur.

Didampingi Yori Antar, Miranda menempelkan jari tangannya dengan pelan ke pintu masuk yang mulai dimakan waktu. Sesampai di dalam, matanya berkeliling melihat kondisi kayu-kayu yang sebagian hancur.

Sambil menikmati suasana rumah tua, matanya teliti melihat foto-foto perjuangan yang dipajang di sana.

Miranda mengatakan, rumah ini tidak saja rumahnya yang bersejarah, tapi juga penghuninya dulu merupakan seorang pejuang.

"Menurut saya rumah ini sangat layak untuk direstorasi, saya akan usulkan, tapi tolong bikinkan deskripsinya, narasinya, termasuk keluarga yang masih ingat, mulai sekarang bisa menuliskannya," kata Miranda sambil melihat sebuah foto Chatib Sulaiman.

Ia menganjurkan agar keluarga Chatib Sulaiman menuliskan cerita-cerita dari foto-foto yang dipajang, sehingga pengunjung dapat mengetahui kisahnya.

Yori Antar menyarankan rumah Chatib Sulaiman itu memang harus direstorasi agar tidak hanya kembali sebagai rumah tinggal, tetapi bisa menjadi pengingat sejarah.

Yori menilai, kondisi struktur rumah masih kokoh dan tiang tuanya masih layak dipertahankan. Namun, bagian dinding luar sudah mulai rusak, karena itu sebaiknya rumah itu direstorasi dan dapat dijadikan galeri atau museum kecil yang menginformasikan sejarah pejuang, Chatib Sulaiman.

Yori sadar bahwa merestorasi rumah gadang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena itu ia berharap pihak swasta, pemerintah maupun BUMN dapat membantu dalam upaya memulihkan aset budaya tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Rudal Iran Hantam Dua Kapal...
Megapolitan
Sudin SDA Perbaiki Tanggul ...
Indonesia Bisa Lolos Middle Income Trap, Berikut Kuncinya dari Pakar UI

Indonesia Bisa Lolos Middle Income Trap, Berikut Kuncinya dari Pakar UI

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.