Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memulihkan Rumah Gadang di Penjuru Negeri

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 22:45 WIB | Oleh:
Memulihkan Rumah Gadang di Penjuru Negeri Doc: Antara
Ket. Foto udara sejumlah rumah gadang berada di Kawasan Saribu Rumah Gadang Solok Selatan, Sumatera Barat, Minggu (17/8/2025).

Padang - Bunyi talempong terdengar dari serambi Rumah Gadang Gajah Maaram, diiringi suara tempurung kelapa yang beradu menciptakan suara-suara yang seakan-akan datang dari masa lalu.

Kaum ibu dari Sanggar Bundo Kanduang Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, Sumatera Barat, gemulai memainkan tempurung itu dengan kedua tangan sambil menari. Mereka menampilkan atraksi Tari Tampuruang menyambut 80 wisatawan di Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG).

Tidak hanya menyaksikan tarian khas Solok Selatan, wisatawan yang tergabung dalam perjalanan Minangkabau Memanggil - Taragak Pulang tersebut juga berbaur bersama kebudayaan setempat dengan berparade menggunakan pakaian adat Minang serta menginap di rumah gadang.

80 wisatawan itu dibawa oleh Yayasan Uma Nusantara bersama Yayasan Tirto Utomo mengunjungi penjuru negeri yang masih memiliki rumah gadang sekaligus menyambut HUT ke-80 kemerdekaan Republik Indonesia.

Pembina Yayasan Uma Nusantara, Yori Antar mengatakan, setiap tahun menjelang 17 Agustus pihaknya mengadakan perjalanan cinta tanah air, kegiatannya meliputi peresmian rumah-rumah adat di pelosok nusantara.

"Tahun ini kami memilih Sumatera Barat, yakni Saribu Rumah Gadang di Solok Selatan dan Sumpu di Tanah Datar, di sini ada 5 rumah gadang hasil donasi dari Yayasan Tirto Utomo yang sudah jadi tapi belum diresmikan," kata Yori yang juga ikut berparade menggunakan pakaian ala Datuk Minangkabau di Kawasan Saribu Rumah Gadang.

Yori mengaku senang bahwa rumah ini tidak hanya dilestarikan, tapi untuk pertama kali sudah diujicoba sebagai penginapan.

Dengan demikian, rumah gadang itu tidak hanya menjadi rumah tinggal, tapi bisa menambah banyak nilai, salah satunya nilai tradisi dan budaya.

Menurutnya, penginapan itu memberikan pengalaman yang tak didapat dari hotel bintang lima. Di rumah gadang, antara tamu dan tuan rumah saling berinteraksi. Tuan rumah juga menyediakan kuliner dan bercerita,.

Yori yang juga arsitek dibalik restorasi kawasan Saribu Rumah Gadang itu mengatakan, Kementerian PUPR melalui program infrastruktur berbasis sosial dan budaya telah merebranding kawasan SRG ini serta membantu 35 rumah gadang yang rusak.

Sejak tahun 2019, Kementerian PUPR memang sudah merevitalisasi kawasan tersebut meliputi pemugaran 35 rumah gadang, penataan lanskap kawasan, dan pembangunan Menara Songket sebagai landmark, serta pembangunan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan seperti ruang terbuka hijau dengan panggung hiburan, pusat kuliner, dan pusat informasi pariwisata.

Dengan semua dukungan pemerintah pusat ini, ia berharap Solok Selatan bisa direbranding sebagai desa wisata berbasis tradisi dan budaya.

Lima rumah gadang bantuan dari Yayasan Tirto Utomo itu pertama kali difungsikan sebagai penginapan (homestay), ditandai dengan penyerahan plakat secara resmi kepada pemilik rumah.

Yori mengatakan, untuk perbaikan satu rumah gadang di kawasan itu membutuhkan biaya Rp300 juta sampai Rp500 juta dengan kategori perbaikan berat, yang mengharuskan semuanya diganti kecuali tiang utama yaitu tonggak tuo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
12 Negara Bagian AS Menggug...
Ekonomi
Sentimen Negatif Dominan, 1...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.