Memulihkan Rumah Gadang di Penjuru Negeri
📅 Rabu, 20 Agu 2025, 22:45 WIB | Oleh: Ones"Kita berharap setelah rumah ini diresmikan, akan banyak kunjungan, banyak rombongan tur. Kita titip juga kepada masyarakat agar dirawat, dimanfaatkan, dan dikembangkan, agar bisa menjadi desa wisata unggulan secara internasional," katanya.
Koordinator Pembangunan Rumah Gadang di SRG, Yulnofrins Napilus, mengatakan, restorasi awalnya hanya terhadap satu rumah gadang. Setelah itu ada pertemuan Yori Antar dengan Menteri PUPR untuk mewujudkan rencana restorasi 35 rumah gadang.
Nofrins mengatakan, restorasi 35 rumah gadang itu --ditambah 5 rumah lagi dengan total 40 rumah gadang-- sudah dilakukan oleh pemerintah maupun Yayasan Tirto Utomo.
Ia menyebutkan, total rumah gadang yang ada di area seluas 26 hektare area itu sekitar 140 rumah gadang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Waktu itu sebelum direstorasi ada 45 rumah rusak dan sudah hampir hancur. Kita berharap pada pemerintah semoga berikutnya akan ada lagi tahap restorasi, sehingga menjadi percontohan untuk kampung etnik di Indonesia," jelasnya.
Menurut dia, banyak rumah gadang kurang terawat karena material kayu yang sulit didapat dan harganya mahal.
"Membuat rumah gadang menggunakan bahan kayu dari pohon tertentu dan tidak sembarangan, harus ada izin, sehingga menjadi salah satu kendala merestorasi rumah gadang," katanya.
Karena kesullitan itu, akhirnya warga banyak yang memilih membangun rumah tembok.
Namun, sejak proses restorasi rumah gadang berjalan, masyarakat mulai menyadari bahwa, rumah gadang ini jauh lebih bernilai dari rumah tembok.
"Ibu Lisa Tirto Utomo pernah berpesan kepada saya, agar semua rumah gadang bantuan ini dikomersialkan, disewakan sebagai homestay sehingga bermanfaat bagi pemiliknya. Ibu Tirto bilang, ini bukan proyek, dan beliau akan bantu pembangunannya tapi tolong rasa kegotong-royongan juga dibangun kembali," kata Nofrin menyitir ucapan Lisa Tirto Utomo semasa hidupnya.
Founder Yayasan Tirto Utomo yang juga merupakan istri dari Tirto Utomo itu telah tutup usia pada 31 Juli 2023 dalam usia 89 tahun.
Anak pertama Tirto Utomo yang ikut dalam perjalanan Minangkabau Memanggil - Taragak Pulang, Milena mengakui, kecintaan ibunya terhadap rumah-rumah adat di Indonesia sangat besar.
Milena mengatakan, upaya restorasi rumah adat yang telah dilakukan Ibunya bersama Yayasan Tirto Utomo bukan hanya di Sumatera Barat saja, tapi banyak sekali yang sudah dibangun di Indonesia bersama Yori Antar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!