Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Australia Ungkap Sumber Karbon Biru di Lahan Basah Pesisir

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 04:47 WIB | Oleh:
Ilmuwan Australia Ungkap Sumber Karbon Biru di Lahan Basah Pesisir Doc: ANTARA/Xinhua/Zhou Dan
Ket. "Pameran Patung Tepi Laut" yang difoto pada 13 Maret di Pantai Cottesloe, Perth, Australia.

SYDNEY - Ilmuwan Australia menemukan bahwa sebagian besar karbon yang tersimpan di tanah lahan basah pesisir berasal dari tumbuhan di luar lahan basah tersebut, menyoroti peran lebih luas yang dimainkannya dalam penyimpanan karbon global.

Tim dari Institut Ilmu Kelautan Australia (Australian Institute of Marine Science/AIMS) menciptakan model matematika yang menstandarkan dan menganalisis data dari ratusan pengukuran yang dilakukan di tanah di bawah lahan basah rawa garam, bakau, dan lamun, menurut pernyataan AIMS yang dirilis pada Selasa (19/8).

"Meskipun sumber karbon organik sangat bervariasi dan bergantung pada lokasi dan kondisi, kami menemukan bahwa secara umum lebih dari separuh karbon organik yang tersimpan di tanah ini berasal dari tumbuhan di luar lahan basah, seperti rumput laut dan tumbuhan darat yang tumbuh di lepas pantai dan hulu," kata Chris Fulton, ilmuwan riset AIMS.

"Ini berarti kita perlu mulai memandang lahan basah karbon biru ini sebagai bagian dari matriks yang saling terhubung," tambah Fulton, seraya menambahkan bahwa melindungi bakau saja tidak cukup, dan diperlukan pengelolaan pesisir secara menyeluruh untuk menjaga semua sumber karbon.

Karbon biru (blue carbon) adalah istilah untuk karbon yang ditangkap oleh ekosistem laut dan pesisir dunia, mengacu pada proses penangkapan (capture) dan penyimpanan (storage) karbon dioksida dari atmosfer melalui proses pertumbuhan dan pembusukan tumbuhan alami yang menghilangkan gas rumah kaca dari atmosfer untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Studi tersebut menunjukkan bahwa proses isolasi karbon biru dapat ditingkatkan dengan memahami bagaimana berbagai jenis tumbuhan menyumbang karbon ke lahan basah yang telah dipulihkan, yang berpotensi membuka pendanaan besar di saat Australia dan dunia mencari solusi penangkapan dan penyimpanan karbon demi mencapai emisi net zero.

Fulton menjelaskan bahwa kelebihan karbon di atmosfer menyebabkan berbagai peristiwa iklim seperti gelombang panas laut, banjir, dan kebakaran, menekankan perlunya untuk membantu tumbuhan pesisir mengubur karbon sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Global Change Biology ini menekankan perlunya memperbarui sistem kredit karbon biru di Australia dan dunia agar mencakup semua sumber karbon penting, bukan hanya tumbuhan yang membentuk lahan basah. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Sentuh Level Terendah terhadap Dolar AS

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...
Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.