Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Harus Merdeka dari Kemiskinan dan Korupsi

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI Harus Merdeka dari Kemiskinan dan Korupsi Doc: Antara
Ket. Rosan Roeslani.

Kemerdekaan bangsa Indonesia harus dimaknai merdeka dari kemiskinan, korupsi, dan kebodohan. Angka kemiskinan per Maret 2025 masih tinggi mencapai 23,85 juta orang.

JAKARTA – Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI dimaknai bangsa Indonesia yang harus merdeka dari kemiskinan, korupsi, dan kebodohan.

“Kemerdekaan buat kami adalah kita harus merdeka dari kemiskinan, merdeka dari korupsi, merdeka dari kebodohan, merdeka dari malnutrisi, dan masih banyak lagi kemerdekaan yang harus kita capai,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO BPI Danantara Indonesia, Rosan Roeslani di Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (17/8).

Usai menghadiri Upacara Detik-detik Proklamasi dan Pengibaran Bendera di Istana Merdeka, Jakarta, Rosan mengatakan harapannya pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia berharap Presiden Prabowo bersama jajaran Kabinet Merah Putih dapat membawa Indonesia lebih maju dan berkembang.

Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 bertema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema tersebut mencerminkan semangat kebangsaan yang terus dijaga sebagai fondasi untuk melangkah ke masa depan.

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.

Wujudkan Kesejahteraan

Terpisah, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan momentum peringatan Hari Kemerdekaan dapat dimanfaatkan oleh setiap anak bangsa dalam proses pembangunan di berbagai bidang demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

“Momentum peringatan Hari Kemerdekaan harus bisa dimanfaatkan untuk memperkuat langkah kita bersama mewujudkan kesejahteraan bagi setiap anak bangsa,” kata Rerie sapaan akrabnya dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin (18/8).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat kemiskinan Indonesia per Maret 2025 masih berada di angka 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta orang. Meski terjadi penurunan dibanding tahun sebelumnya, upaya untuk menekan angka kemiskinan tahun depan masih cukup menantang karena pemerintah menargetkan angka kemiskinan 6,5 persen pada 2026.

Menurut Rerie, tingkat kesejahteraan tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga akses terhadap layanan dasar bagi masyarakat. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting Indonesia masih 19,8 persen.

Sementara itu, catatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2025 diperkirakan 3,9 juta anak belum terjangkau layanan pendidikan. Berdasarkan sejumlah catatan tersebut, ujar Rerie, tantangan untuk merealisasikan kesejahteraan bagi setiap anak bangsa membutuhkan gerak bersama untuk menjawabnya.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu berpendapat Hari Kemerdekaan yang diperingati setiap tahun harus menjadi momentum untuk menegaskan kembali arah kebijakan pembangunan yang sudah disepakati bersama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

17 detik yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

5 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

50 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.