Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Kota Semarang Kukuhkan Srikandi Pangan

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 20:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kota Semarang Kukuhkan Srikandi Pangan Doc: ANTARA
Ket. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat pengukuhan Srikandi Pangan, di Semarang, Selasa (19/8/2025).

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, mengukuhkan Srikandi Pangan sebagai garda depan dalam mengedukasi masyarakat terkait berbagai upaya mewujudkan ketahanan pangan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Selasa (19/8), menjelaskan bahwa Srikandi Pangan terdiri dari berbagai unsur dari atas hingga bawah.

Srikandi Pangan terdiri dari berbagai unsur, mulai wali kota, ketua tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), istri camat, lurah, hingga RT dan RW.

"Tugas Srikandi Pangan ini adalah menjaga empat pilar, yakni ketersediaan pangan, akses pangan, keanekaragaman pangan lokal dan keamanan pangan," katanya.

Ia berharap Srikandi Pangan bisa membantu mengubah gaya hidup masyarakat terkait pangan, misalnya tidak menyia-nyiakan makanan.

"Untuk gerakan 'waste and loss food' sebenarnya selama ini sudah berjalan, tetapi skalanya baru kecil belum seperti yang diekspektasikan. Dengan Srikandi Pangan ini akan lebih banyak makanan-makanan yang terselamatkan," katanya.

Kemudian, Srikandi Pangan juga bisa membantu untuk mengedukasi terkait terkait keamanan pangan kepada masyarakat.

"Mungkin nanti kita akan bersama-sama mengedukasi, jangan sampai ada temuan-temuan makanan yang berbahaya yang dikonsumsi oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Endang Sarwiningsih Setyawulan berharap Srikandi Pangan menjadi "role model" bagi masyarakat.

"Mereka juga sebagai 'role model' pada anak-anak kita agar kecukupan gizi dan makan pola makannya sesuai dengan (B2SA), yakni beragam, bergizi, seimbang dan aman," katanya.

Dalam distribusi pangan, ia mencontohkan bahwa Srikandi Pangan bisa mengaktifkan atau mengikutsertakan kios pangan di lingkungannya dalam jejaring koperasi merah putih.

"Dan juga kalau makan itu tidak boleh boros pangan, maka harus ada tadi setop boros pangan. Makan yang secukupnya, tidak membuang makanan dan justru bisa berbagi makanan," katanya.

Ia juga berharap Srikandi Pangan menjadi "role model" dari ibu-ibu yang ada di lingkungannya yang menyebarkan virus positif terhadap ketahanan pangan.

Pada kesempatan itu, ada ratusan Srikandi Pangan dari 177 kelurahan, 16 kecamatan, kemudian pengurus PKK, hingga anggota legislatif dan organisasi kepemudaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Swiss Tak Lagi Netral dan P...
Megapolitan
Mengolah Sampah Daun Kering...
Luar Negeri
Ekuador Makin Kacau, Status...
Luar Negeri
Filipina Gelontorkan 362 Ju...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.